GRESIK.Nasib 150 nelayan dari Desa Sukorejo akan semakin susah terkait air Kali Lamong yang tercemar limbah, sehingga banyak ikan yang mati sejak Minggu pagi kenarin ( 22/12). mungkin sampai 3 bulan atau lebih dipastikan nelayan yang mencari ikan di muara Kali Lamong bakal tidak mendapat ikan, demikian disampsikan Kades Sukorejo. Fatkhur Rohman Senin sore (23/12).
” Selama ini, warga kami kalau mencari ikan dilaut ya di lepas selat Madura, atau tepatnya di utara Pulau Madura, sementara untuk menuju sasaran tersebut di butuhkan bahan bakar minimal 15 liter, dan sering kali mereka kurang mendapatkan hasil, dan untuk menghemat pengeluaran nelayan kami mencari ikan sejak bendung karet hingga muara, tapi kalau terkena limbah begini, ya biota air mati semua, sehingga di perlukan waktu yang cukup lama, minimal 3 bulan puasa mencari ikan di Kali Lamong ,” jelas Gus Rohman sapaan akrab Kades Sukorejo.
Salah Satu nelayan Sukorejo Moh Musa mengaku sebagai nelayan penghasilannya tidak menentu, bahkan sering kali tidak bisa menutupi biaya beli solar,” Dalam seminggu, kami bisa panen sehari, di hari yang lain impas dengan solar, bahkan sering kali hasil tangkapan ikan tidak bisa buat beli solar, kalau sudah tidak ada uang sama sekali, ya cari ikan di Kali Lamong hingga muara yang hanya butuh 1 liter solar, atau terpaksa menggunakan dayung,” papar Musa.
Penelusuran Kali Lamong yang dilakukan oleh wartawan BIDIK, antara Desa Sukorejo hingga Dusun Napes, Desa Prambangan, di tepi sungai yang sebelah selatan kelihatan pipa besar 6 inch yang mengeluarkan cairan hitam, pipa ini akan kelihatan ketika air laut posisi surut yang paling rendah, ketika sedikit pasang, maka pipa ini tidak terlihat. dan belum di ketahui siapa pemilik pipa ini, dan juga cairan hitam pekat itu dari jenis apa.
” Sejak kami menjadi kades hingga 2 periode, kejadian ikan mabuk dan mati akibat dari ada yang membuang limbah di Kali Lamong selalu ber ulang, baik di musim hujan atau musim kemarau, dan dalam setahun bisa lebih dari 3 kali, setidaknya kejadian kayak begini sudah berlangsung 15 tahun,” jelas Gus Rohman.









