SURABAYA – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyerang ternak di Jawa Timur. Merespons hal itu, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) mengadakan dialog interaktif mengundang Dinas Peternakan dan peternak di beberapa daerah utamanya yang terdampak wabah PMK.
Dialog interaktif yang berlangsung melalui Zoom Meeting dan live YouTube, Rabu (11/5/2022) malam itu, menghadirkan ketua tim khusus PMK FKH Unair Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh dan juru bicara tim PMK FKH Unair Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH.
Dalam sesi diskusi, Prof Fedik berpesan agar masyarakat tidak panik berlebihan menghadapi PMK. Sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila treatment dilakukan dengan baik. Untuk mencegah penyebaran virus dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan desinfektan.
“Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4, ini bisa efektif sekali. Selain itu juga mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi,” jelasnya.
Prof Helmi menuturkan, PMK adalah penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah, tetapi tidak menular pada manusia. Karena itu, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak.
“Jadi virus PMK ini aman untuk manusia, maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan, Red) kemudian diedarkan tidak tidak masalah. Aman untuk manusia,” jelas Prof Helmi.
Tim Khusus Tangani Wabah
Sementara itu, Dekan FKH Unair Prof Dr Mirni Lamid drh MP menyebut, webinar yang dilakukan FKH untuk menjawab keresahan masyarakat. Melalui dialog interaktif dapat didiskusikan secara menyeluruh mengenai PMK yang menjangkit hewan ternak.
“Ini bisa didiskusikan secara menyeluruh dengan pemahaman, edukasi, terutama juga edukasi pada para dokter hewan, karena kita tahu dokter-dokter hewan di beberapa kabupaten ini banyak yang muda-muda juga,” tuturnya.
Prof Mirni mengungkapkan, FKH Unair telah membentuk tim khusus untuk membantu mengatasi dan menangani wabah PMK di Jawa Timur. FKH Unair, tegasnya, telah membentuk tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan. Tim pengabdian masyarakat itu akan diterjunkan pada Sabtu (14/5/2022) di 2 Kabupaten yang terserang wabah PMK.
“Sabtu besok, 14 mei 2022 kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat yang kami bagi dua di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama,” tuturnya.












