BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Guna mencegah meningkatnya wabah Demam Berdarah (DB)) di Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan Banyuwangi melaksanakan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN), Jum’at (15/02).
Kegiatan ini dilaksanakan serentak diseluruh Kecamatan di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Mulai dari rumah warga, sekolah, perkantoran, hingga fasilitas umum.
“Gertak PSN ini kita yakini sebagai cara yang efektif mencegah merebaknya penyakit demam berdarah,” kata dr. Wiji Lestariono, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, saat dihubungi via telepon selulernya.
Menurutnya, hal itu dikarenakan saat ini jumlah penderita penyakit demam berdarah mengalami peningkatan. Dan dengan kegiatan pembasmian secara bersama-sama ini akan menjadi lebih efektif.
Dijelaskannya, kegiatan PSN itu meliputi 3 M plus yaitu Mengubur, Menguras dan Menutup tempat-tempat atau wadah yang bisa menampung air, sehingga menjadi media untuk berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti. Sedangkan plus nya yaitu penggunaan obat abate dan menutup jendela rumah dengan kasa.
“Penderita DB di Banyuwangi saat ini berjumlah 13 orang, jumlah yang meninggal alhamdulillah masih nihil,” ungkap Kepala Dinas yang akrab dengan sapaan dr. Rio ini.
Secara umum, lanjut dr. Rio, Provinsi Jawa Timur masih menjadi yang tertinggi jumlah penderita DB. Namun saat ini terkonsentrasi didaerah Jatim sebelah barat, diantaranya Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Kediri, dan Ponorogo.
Sementara, diwilayah Tapal Kuda seperti, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi jumlahnya masih sedikit. Terutama Banyuwangi yang paling sedikit.
“Harapan kita dengan adanya Gertak PSN ini, laju angka pesakitan demam berdarah bisa kita tekan, karena kita melakukan upaya memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab demam berdarah,” pungkasnya.(nng)











