PROBOLINGGO – Saat jaring aspirasi masyarakat warga Probolinggo, Drs. H. Kusnadi ,M.Si Anggota DPRD Jatim yang maju dari Daerah Pemilihan ( Dapil) 3 wilayah Pasuruan dan Probolinggo banyak di keluhi konstituennya terkait permodalan dalam mengembangkan usaha kecil di tengah pandemi covid-19. Banyak warga yang bermata pencaharian sebagai peternak dan petani menjerit terkait bantuan modal untuk kelangsungan usaha mereka.
” Pemerintah harus serius beri bantuan modal kepada petani untuk pengadaan pupuk sedangkan peternak butuh modal pengembangan.Jangan hanya gembar-gembor saja yang katanya lewat Dinas-Dinas terkait pemerintah telah mengelontorkan anggaran untuk pelaku UMKM hingga pelosok, ” Terang Kusnadi usai jaring aspirasi masyarakat di Kabupaten Probolinggo, Selasa ( 15/9).
Selanjutnya, menurut pengakuan petani Probolingga, Kusnadi menegaskan untuk persoalan ketersediaan pupuk diakui sangat sulit di dapat dan harganya mahal , sehingga hal ini sangat meresahkan para petani yang ada Probolinggo.
” Masalah ini akan saya kordinasikan dengan komisi B yang ada di Dewan Jatim supaya mendesak kepada Dinas yang terkait agar ketersediaan pupuk di probolingga aman terkendali, ” katanya.
Kemudian persoalan permodalan pengembangan khususnya bagi peternak budi daya Lebah klanceng atau lebah trigona , Politisi asal Partai Demokrat ini mendesak kepada Pemerintah lewat Dinas Terkait untuk memberikan suntikan dana bagi pengembangan usaha peternak lebah klanceng sebab peluang budi daya ini sangat berpeluang dalam mendongkrak roda perekonomian.
” Saya minta agar Bank UMKM dan Bank Jatim menyalurkan anggaran yang ada hingga kebawah guna memberikan bantuan lewat kredit lunaknya sesuai program – progran yang ada, ” pungkas Anggota Komisi C DPRD Jatim bidang Keuangan ini.











