PASURUAN I bidik.news – Untuk mengatasi over dumping dan bau busuk dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di lokasi Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengarahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menambah dua unit insinerator sebagai upaya meminimalisir sampah yang ada.
Dapat arahan dari bupati, langsung direspons Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis yang bakal membeli dua mesin insinerator melalui APBD Perubahan 2025.
“Dua unit insinerator kami siapkan sesuai arahan bupati. Nantinya sambil menunggu penempatan tetap kami arahkan ke TPA Wonokerto,” ujar Kholis sapaan akrabnya, Selasa (19/8/2025).
Insinerator ini akan membakar sampah hingga suhu 1.000 derajat celsius. Sehingga proses pembakaran lebih efektif dan minim dampak lingkungan.
Tidak seperti pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari udara, insinerator dirancang agar asap yang dihasilkan tetap terkondisi dan tidak menimbulkan polusi berbahaya.
“Kalau biasanya bakar sampah kan bisa menimbulkan asap dan pencemaran. Nah, insinerator ini sudah terkondisikan. Tetap ramah lingkungan, karena ini jadi atensi kami,” imbuh Kholis.
Meski begitu, DLH mengakui bahwa dari sisi kapasitas, insinerator belum cukup untuk mengatasi seluruh beban sampah yang masuk setiap hari ke TPA.
Oleh karena itu, upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga terus digenjot.
“Kapasitas insinerator memang masih terbatas. Makanya kami imbangi dengan strategi pengurangan dari hulu. Setiap penghasil sampah harus punya TPS, biar volume yang masuk ke TPA bisa ditekan,” papar Kholis.
Dengan kombinasi teknologi dan pendekatan berbasis sumber, ia optimistis bisa mengurangi ketergantungan pada TPA.
Serta menekan potensi pencemaran lingkungan. Langkah ini juga jadi bagian dari penguatan program Pasuruan Bebas Sampah dalam merespons warning KLH, terkait dengan over dumping yang masih berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
“Harapannya memang berjalan beriringan antara sampah yang masuk semakin sedikit dan tumpukan yang ada bisa berkurang,” tukasnya.
Persoalan sampah hingga saat ini masih menjadi polemik di Kabupaten Pasuruan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan kerja keras dan kerja sama dari semua pihak.
“Dinas berharap partisipasi masyarakat luas sangat dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan sampah ini,” ujar mantan Kadisnaker ini. (rusdi)











