SUMENEP | BIDIK NEWS – Pemerintah Kabupaten Sumenep menaruh perhatian khusus terhadap pendidikan diwilayahnya. Maka dari itu Bupati Achmad Fauzi mengajak para komite dan Dewan pendidikan kabupaten Sumenep (DPKS) untuk ikut mengawasi dunia pendidikan di Kota Keris.
Hal itu diungkapkan dalam acara sapa komite dan halal bihalal di pendopo Keraton Sumenep pada Jum’at (19/5). Dengan melibatkan komite sekolah, DPKS dan Dinas Pendidikan. Tujuannya agar pendidikan di Kota Keris bersih dari praktek potong memotong anggaran.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan pendidikan harus menjadi garda terdepan untuk memperbaiki karakter siswa. Dengan begitu, karakter para guru dan jajaran lainnya harus juga baik dan berkualitas.
Maka dari itu, dirinya menekankan agar dinas pendidikan bersih dari berbagai praktek pungli atau sunat menyunan anggaran. “Saya berharap kepada seluruh OPD khususnya dikota keris ini, gak menerima suap menyuap,” katanya.
Politisi PDIP itu, mengaku selama ini masih belum mendengar adanya praktek tersebut. Tapi dari awal dirinya menekankan jika permasalahan tersebut harus dihindari. Bahkan dirinya akan menindak tegas semua pegawai dibawah naungannya apabila melanggar.
“Pendidikan ini meruapakan salah satu komponen peningkatan ekonomi jangka panjang. Jadi saya harap bersih dari kegiatan potong memotong,” ucap Achmad Fauzi.
Menurut dia, nanti masyarakat harus ikut mengawasi dunia pendidikan di Sumenep. Begitu juga dengan para komite sekolah dan DPKS. “Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk menyamakan komitmen di dunia pendidikan,” imbuh Achmad Fauzi.
Semenetara itu, Kepala dinas pendidikan Sumenep agus Dwi Saputra mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan di intitusinya. Utamanya berkenaan dengan pengelolaan angagran. Termasuk berkenaan dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para guru dan ajaran lainnya.
Tujuannya agar dunia pendidikan bersih dari berbagai kegiatan kotor. “Yang jelas semua instruksi Bupati akan kita laksanakan,” katanya. (suf)











