BIDIK NEWS | JEMBER – Bupati Jember dr . Hj Faida MMM mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jember dan perbankkan syariah di Jember lebih berperan aktif dalam mengawal perkembangan UMKM Jember.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutan pembukaan Road To Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 5th yang digelar di Mall Lippo Jember, Minggu (2/12/2018).
Bupati Faida mengatakan bahwa pengembangan bandara Notohadinegoro sebagai bandara embarkasi haji dan umrah akan membawa pengaruh positif bagi perekonomian masyarakat Jember. Namun di sisi lain, bagi pelaku UMKM Jember, keberadaan bandara tersebut juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi usahanya.
Faida menjelaskan, dibukanya bandara tersebut sebagai bandara embarkasi haji dan umrah akan mengundang pelaku usaha lain yang berasal dari luar daerah Jember datang ke Jember. Jika hal tersebut tidak diantisipasi dapat mengancam keberlangsungan usaha pelaku UMKM lokal.
, “Dari dulu bisa dilihat bahwa jamaah haji dan umrah kita kalau belanja oleh-oleh luar biasa. Jangan-jangan dengan adanya bandara embarkasi haji umrah di Jember oleh-oleh yang mereka bawa dari sini bukan produk asli Jember,” kata Faida.
Tidak hanya itu. Faida juga mengatakan bahwa besarnya potensi pariwisata di Jember yang dikenal sebagai kota Pesantren menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha luar Jember untuk mengembangkan usahanya.
Faida menuturkan bahwa kekhawatiran itu sudah pernah disampaikan kepada pihak KPBI Jember dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. “ada tanda tanya,Jember ini punya banyak pondok pesantren tapi pertumbuhan ekonomi dan perbankkan syariahnya tidak besar?” tuturnya.
Berangkat dari kekhawatiran tersebut, perempuan pertama yang menjadi bupati di Jember tersebut mendorong KPBI Jember, OJK Jember, perbankan syariah, dan stakeholder lainnya untuk membantu pelaku UMKM agar dapat berkembang. Salah satunya dengan membantu mereka agar dapat memasarkan produknya di pasar-pasar atau even-even penting.
, “Mari kita bagi tugas untuk mengawal UMKM kita agar bisa hadir dalam pengajian-pengajian, acara-acara di ponpes, dan pameran-pameran syariah. Sebelum terlambat dan kita hanya menjadi penonton,” tegasnya ,” (Monas)











