BIDIK NEWS | JEMBER . Jember Dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia (Halun) 2018, Sabtu (30/6/2018 ). Bupati Jember , dr .Hj .Faida MMr memberikan penghargaan Maestro bagi Lansia.Sedikitnya 10 % penduduk Kabupaten Jember adalah para lansia , beberapa diantaranya tetap menunjukkan keaktifannya dalam berbagai bidang. Untuk mereka ini , Bupati Faida memberikan penghargaan bertajuk Maestro Lanjut Usia, diberikan dalam peringatan Hari Lanjut Usia (Halun) 2018 yang digelar di Alun-alun Jember.
Siapa saja mereka? Apa yang mereka lakukan? Berapa lama mereka melakukannya. Berikut daftar penerima penghargaan Maestro Lansia.
1. dr. Endang Soehadi yang berusia 77 tahun berkomitmen dan tetap aktif mengabdi menjadi dokter selama 53 tahun (1965 – 2018)
2. dr. Soehadi, Sp.B,Sp.OT berusia 86 tahun yang berkomitmen 6dan tetap aktif menjadi dokter selama 57 tahun (1961 – 2018).
3. Tokin yang berusia 104. Pria lanjut usia ini berkomitmen dan tetap aktif menjadi peserta Gerak Jalan Tajemtra (+ 30 km) selama 46 tahun secara terus menerus (1972 – 2018).
4. Ibu Rukiem berusia 78 tahun, berkomitmen dan tetap aktif melestarikan kuliner Pecel Gudeg selama 59 tahun (1968 -2018).
5. Mahat berusia 69 tahun, berkomitmen dan tetap aktif melestarikan kesenian tradisional Macapat selama 40 tahun (1987 – 2018)
7. H. Imam Munandar berusia 66 tahun, lanjut usia yang berkomitmen dan tetap aktif mengabdi sebagai rukun tetangga (RT) selama 24 tahun (1994 – 2018)
8. Sajem Probowati, A.Md. Keb berusia 70 tahun. Perempuan lanjut usia ini berkomitmen dan tetap aktif mengabdi sebagai bidan desa selama 48 tahun (1970-2018)
9. Imam Soebagio 73 tahun, lanjut usia yang berkomitmen dan tetap aktif sebagai penggerak senam lanjut usia selama 13 tahun (2005-2018)
10. Trimono 85 tahun, lanjut usia yang berkomitmen sebagai tukang sol sepatu dan mencukupi kebutuhan rumah tangganya secara mandiri selama 73 tahun (1945 – 2018)
11. Ibu Hj. Widad sebagai manajer sampai dengan usia 76 tahun di RS Bina Sehat
12. KH. Muhammad Machfud Abdul Halim sidik usia 70 tahun, mengabdi sebagai mubalig selama 31 tahun.
“Lansia sejatinya bukanlah laskar tak berguna, karena dibuktikan lansia di Negeri jiran Malaysia mampu mengalahkan kaum muda, begitu juga lansia di Kabupaten Jember yang tetap bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” tegas Bupati Faida dalam sambutannya usai memberikan penghargaan. (Monas)











