BIDIK NEWS | SURABAYA – Dalam rangkaian perayaan 26 tahun Bhinneka melayani Indonesia, pionir e-commerce tersebut kian memantapkan kehadirannya tak hanya online tapi juga offline melalui strategi omni channel di bisnis retailnya.
Bhinneka (dulu Bhinneka.Com) meresmikan Bhinneka Store di WTC 2 Surabaya, Jumat (15/2). WTC 2 atau disebut E-Mall dipilih menjadi lokasi Bhinneka Store Surabaya karena segmentasinya. WTC 2 Surabaya sudah dikenal sebagai pusat perbelanjaan khusus elektronik, gadget, dan IT di Surabaya dengan rata-rata jumlah pengunjung mencapai hingga belasan ribu orang tiap harinya.
Pasar Bhinneka di Surabaya dan Jatim menjadi yang terbesar kedua setelah Jakarta
serta Bodetabek. Sehingga kehadiran Bhinneka Store di Surabaya langkah strategis untuk kian memperluas pelayanan, dan menjangkau konsumen lebih jauh.
“Bhinneka Store tak hanya melayani jual beli biasa, melainkan sekaligus drop-off point untuk layanan purnajual, bersama para personal shopping assistant,” jelas Chief of Omni Channel Officer (COCO) Bhinneka, Vensia Tjhin, di sela grand opening Bhinneka Store Surabaya, Jumat (15/2).
Pertumbuhan revenue Bhinneka Store Surabaya meningkat lebih dari 60% dalam kurun 2 tahun terakhir. Tak hanya dari warga Surabaya sendiri dengan kontribusi 82 persen, antusiasme konsumen juga berasal dari Sidoarjo, Gresik, bahkan sampai Batu.
“Surabaya menjadi kota terbesar untuk pangsa pasar retail Bhinneka di area Indonesia Tengah dan Indonesia Timur dengan kontribusi 15 persen. Disusul Denpasar, Bali dan Malang. Tetap didominasi kategori laptop, dan gadget. Hal ini membuktikan, Bhinneka memang dikenal ahlinya produk-produk 3Cs (Computer/IT, Communication Technology & Consumer Electronics),” kata Vensia.
Sedangakan strategi omni channel ini telah berhasil mengintegrasikan kanal penjualan dari online ke offline, serta menjangkau pasar yang lebih luas. Di mana karakter konsumen di kedua kanal ini berbeda. Kehadiran toko fisik Bhinneka ini menambah kepercayaan masyarakat.
“Contoh nyata, penjualan kami meningkat ke kawasan timur Indonesia di mana toko fisik kami belum hadir,” ujarnya.
Dalam hal ini, pasar kawasan Indonesia Timur memang sangat menarik perhatian. Berdasarkan data Bhinneka, transaksi retail tunggal dengan nominal tertinggi sepanjang 2018 (area Maluku dan Papua) mencapai hingga Rp 40 jutaan, yaitu produk server. Selanjutnya produk laptop premium dengan harga Rp 22 jutaan. (hari)











