SURABAYA | BIDIK.NEWS – Para ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bisa kembali tersenyum. Karena mereka mendapatkan fasilitas pelatihan kewirausahaan.
Dimana sebanyak 21 ahli waris mengikuti pelatihan membuat kue yang diadakan di bakingworld Wonokoromo, Surabaya yang bekerja sama dengan produk bahan kue koepoe koepoe, Kamis (14/7/2022).
Para ahli waris dari BPJamsostek Cabang Surabaya Karimunjawa nampak antusias dan semangat mengikuti pelatihan. Kegembiaraan dan semangat para ahli waris itupun tumpah saat mengikuti rangkaian kegiatan.
Kepala BPJamsostek Surabaya Karimunjawa, Indra Iswanto mengatakan, BPJamsostek melalui Undang-Undang ditugaskan untuk memastikan kelayakan hidup bagi peserta dan keluarganya.
“Untuk itu, melalui pembekalan pelatihan kewirausahaan ini diharapkan seluruh peserta pelatihan akan menjadi pekerja yang mandiri dan bisa melanjutkan kembali program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi diri dan keluarganya,” ujar Indra.
Indra juga berharap, program pemberdayaan bagi ahli waris seperti pelatihan ini kedepannya bisa menjadi salah satu program yang berkelanjutan.
“Program pelatihan pemberdayaan bagi ahli waris peserta BPJamsostek ini bertujuan agar mereka bisa mandiri dan mempunyai semangat baru lagi dalam menapaki kehidupan kedepan setelah ditinggal oleh tulang punggung keluarganya,” katanya.
“Semoga melalui pembekalan ketrampilan ini, para ahli waris bisa langsung eksis dan mempunyai daya saing yang bisa diandalkan dalam melaksanakan dan mengembangkan usahanya, baik usaha berskala mikro, kecil maupun menengah,” tuturnya.
Sementara itu, Kantor Cabang BPJamsostek Surabaya Karimunjawa mencatat, sampai saat ini sudah membayarkan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris sebanyak 401 peserta dengan total Rp11.933.700.000. Dan Jaminan Hari Tua (JHT) 10.586 kasus Rp 243.869.219.594.84, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 2.484 kasus Rp 23.397.147.770 dan Jaminan Pensiun (JP) 4.849 kasus Rp 4.088.745.360.
“Dan satu hal lagi, seluruh peserta pelatihan ini sudah menjadi peserta BPJamsostek segmen bukan penerima upah (BPU). Sehingga kami harapkan akan muncul kemandirian pada peserta, agar dapat meningkatkan produktivitas dengan berkarya,” pungkas Indra.












