KEDIRI | BIDIK.NEWS – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kediri merupakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan dari risiko pekerjaan bagi pekerja di wilayah Kediri.
Suharno Abidin, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kediri menyampaikan, mahasiswa praktik atau magang memiliki risiko pekerjaan yang sama dengan pekerja pada mitra tempat mereka melakukan praktik. Untuk itu perlindungan terhadap mahasiswa praktik penting untuk melindungi dari risiko- risiko yang kemungkinan muncul di tempat praktik kerja.
“Lingkup perlindungan mahasiswa praktik, yaitu mulai dari perjalanan berangkat praktek kerja, segala aktivitas selama menjalankan pendidikan praktik kerja, hingga perjalanan kembali ke rumah. Sehingga secara penuh mahasiswa praktek dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,” kata Suharno, Selasa (31/1/2023).
Dijelaskan Suharno, mahasiswa praktik dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam sektor Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan, mahasiswa magang dapat diikutkan dalam 2 program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Manfaatnya yang akan diterima sangat besar. Mulai dari penggantian seluruh biaya pengobatan sampai sembuh, sesuai indikasi dokter apabila terjadi resiko kecelakaan dalam praktik kerja hingga santunan kematian jika terjadi risiko kematian,” tegasnya.
Kali ini BPJS Ketenagakerjaan Kediri bekerjasama dengan IIK Bhakti Wiyata Kediri dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa praktik kerja.
Mahasiswa praktik tersebut merupakan mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri yang berasal dari jurusan:
– S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan
– D3 Teknologi Laboratorium Medis
– S1 Adminisrasi Rumah Sakit
– D3 Farmasi
– D3 Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan
– S1 Kesehatan Masyarakat
– S1 Kedokteran Gigi
– D3 Kebidanan
Selama januari 2023, total yang sudah menjadi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak 697 Mahasiswa.
“Harapannya, perlindungan bagi mahasiswa praktik ini nantinya dapat mencakup semua mahasiswa yang ada di wilayah Kediri,” pungkas Suharno.











