SURABAYA | BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan mendukung program kerja Pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan menggelar Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja, Kamis (7/11/2019).
Pelatihan vokasi ini diharapkan memberikan peluang baru bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami PHK. Serta membantu perusahaan dalam memperoleh karyawan dengan keahlian yang siap pakai dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Dodo Suharto, Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim menjelaskan bahwa ada 4 program yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP).
BPJAMSOSTEK memberikan solusi mengatasi unemployment rate, khususnya bagi peserta yang mengalami PHK dan sudah Non Aktif dan atau sudah mengambil JHT’nya dengan mengadakan Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja.
Vokasi ini diharapkan memenuhi Supply and Demand di Pasar Tenaga Kerja. Di Jatim, piloting Pelatihan Vokasi dilaksanakan oleh 4 cabang, yaitu Surabaya Darmo, Gresik, Malang dan Pasuruan.
Dr. Himawan Estu Bagijo, SH., MH, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim mengatakan, program Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja BPJAMSOSTEK ini sangat bagus menjawab tantangan ekonomi saat ini.
“Melalui vokasi diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami PHK. Dan membantu perusahaan memperoleh karyawan dengan keahlian yang siap pakai dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Sedangkan Guguk Heru Triyoko, Kepala Cabang Surabaya Darmo menjelaskan, peserta pelatihan Vokasi Kelas pertama Administrasi Perkantoran bekerja sama dengan UPT BLK Surabaya sebanyak 16 orang.
“Tiga tujuan BPJAMSOTEK memberikan pelatihan vokasi, yakni untuk job matching (re-skilling), job Re-training (up-skilling) dan job shifting,” kata Guguk.
Sementara itu, hingga Oktober 2019, Cabang Surabaya Darmo sudah membayarkan total klaim JHT sebesar Rp. 170,07 miliar (12.445 kasus). “Jumlah tersebut akan berpengaruh terhadap penambahan unemployment rate di Indonesia. Program Vokasi ini diharapkan akan membantu mengatasi masalah penganguran di Indonesia,” tambah Guguk. (hari)









