JAKARTA – Pasca aksi demo buruh dihampir seluruh wilayah di Indonesia, terkait penolakan UU Cipta Kerja mengundang polemik dari berbagai pihak, utamanya tudingan adanya dalang atau aktor intelektual dibelakang aksi demo buruh yang rngakibatkan kerusuhan masal.
Ironisnya, lembaga sandi, yaitu Badan Intelijen Negara atau BIN dituding bekerja tidak profesional. Pasalnya, dengan secara terbuka kepada publik, juru bicara BIN Wawan Purwanto menyampaikan, bahwa BIN telah mengantongi siapa aktor dibalik kerusuhan aksi demo tersebut.
Bahkan dijelaskan secara detail, bahwa saat ini BIN sedang mengumpulkan bukti-bukti, agar aktor intelektual tersebut dapat dijadikan tersangka. Menanggapi pernyataan juru bicara BIN yang mengumbar hasil intelijen kepada publik, langsung mendapat kritikan pedas dari mantan Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah.
“BIN tidak diperbolehkan menyiarkan hasil intelijen kepada publik, ” ujar Fahri Hamzah melalui Akun Twiternya, Sabtu (10/10/2020). Seharusnya, kata Fahri, BIN hanya diperbolehkan memberikan info di intelijen kepada Presiden sebagai user. “BIN harus displin dengan sistim kerja intelijen di negara demokrasi ini ,” ujarnya.(Sumber : RMOL)











