BANYUWANGI – Helikopter water bombing akan melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gunung Ijen mulai Minggu (27/10/2019). Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Satgas penanggulangan bencana Karhutla TWA Kawah Ijen, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Sabtu (26/10).
Menurut Yuli, hari ini Helikopter sudah melakukan persiapan keberangkatan dari Malang ke Banyuwangi. Diperkirakan sampai Banyuwangi sekitar pukul 17.00 Wib, dan langsung mendarat di Bandara Banyuwangi.
“Kami langsung melalukan rapat koordinasi, mulai dari pengambilan air, hingga lokasi titik api yang akan dilakukan penyemprotan,” kata Yuli yang juga Dandim 0825 Banyuwangi ini.
Awalnya, pengambilan air direncanakan di Waduk Bajulmati, namun karena banyaknya kabel listrik dan lain-lain yang bisa berdampak bahaya akhirnya diputuskan untuk mengambil air laut di Pantai Boom.
“Banyak sutet dan kabel listrik jadi resikonya sangat besar, jadi dipindah di pantai Boom,” terangnya.
Yuli menjelaskan, Helikopter Water Bombing dari BNPB tersebut jenis RDPL 3462D itu, dipimpin Kapten Lhor Didukh (Rusia), dan empat orang anggota yaitu SIC, Andris V, F/E, Ivan P, Enginering, Agris dan Eduards, Suratno (HLO), M. Ronie Ferry (HLO).
Rencananya aktifitas Helikopter, manifes penerbangan, titik koordinat dan lokasi pengambilan air, lokasi pemboman, dan konsumsi fligt in meal dimulai Minggu (27/10) pukul 06.00 Wib.
“Koordinasi awal ada 5 point utama dan itu sudah fix tinggal pelaksanaan dan pengamanan dilapangan,” imbuhnya.
Yuli juga mengungkapkan, saat ini titik api yang terbesar ada di gunung merapi Ungup-ungup, sementara di tempat yang lain hanya tinggal bara.
“Kami fokuskan kesana dulu, karena ditakutkan akan menjalar di perkampungan jika angin kencang, setelah itu yang tinggal bara, karena bisa hidup kembali jika angin besar, mudah-mudahan sehari sudah bisa padam semua,” harap Yuli.
Hingga saat ini, petugas gabungan, TNI, Polisi, Satpol PP, Polhut, BKSDA, Pemadam Kebakaran, dan relawan masih terus berusaha memadamkan api yang bisa dijangkau dengan alat pemadam kebakaran. Sedangkan yang di dalam, mengunakan peralatan seadanya dengan cara mengurai bara bekas api.(nng)












