BANYUWANGI – Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara memberikan kuliah umum tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum (STAIDU) Berasan, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Minggu (27/02/2022).
Kuliah umum ini digelar dalam rangka Haul KH. Askandar (pendiri Pondok Pesantren Manbaul Ulum – Berasan) ke-55. Dan dihadiri seluruh jajaran pimpinan, dosen dan civitas akademika STAI Darul Ulum.
Dikesempatan ini, Ketua DPRD Banyuwangi menyampaikan tentang pentingnya pelaksanaan pancasila dalam kehidupan sehari hari.
“Pancasila adalah titik temu dan hasil diskusi panjang para pendiri bangsa, oleh karenanya Pancasila ini sudah final dan sebagai pandangan hidup bangsa ini. Nilai-nilai seperti toleransi, saling menghargai menjadi nilai yang harus terus kita jaga, Pancasila adalah perekat bagi Indonesia yang memiliki multi kultur, etnis dan bahasa,” kata Made.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi ini, juga mengajak para akademisi untuk saling memberikan masukan, dengan rencana Raperda Pendidikan Pancasila, yang kedepan akan dikaji untuk di dorong menjadi salah satu raperda yang akan dibahas di DPRD.
“Saya mengajak para akademisi di STAIDU untuk bersama-sama memberikan masukan dan pemikiran terhadap rencana Raperda Pendidikan Pancasila ini, sehingga perda ini bisa memberikan manfaat dalam meneguhkan Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945,” jelasnya.
“Kami berharap raperda ini bisa maksimal di tahun ini, agar tahun depan bisa segera dibahas” imbuh Made.
Sebelum memberikan kuliah umum, Ketua DPRD Banyuwangi yang didampingi Ketua Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Irianto ini sowan ke ndalem pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, KH. Ahmad Gozali.
Usai ramah tamah dengan pengasuh Ponpes, Ketua DPRD juga silaturahmi ke Ketua Yayasan Manbaul Ulum yang juga Ketua PW LP Ma’arif Provinsi Jawa Timur KH. Nurshodiq. Pertemuan berlangsung gayeng dan penuh kekeluargaan, karena Ketua DPRD Banyuwangi juga merupakan penasehat LP Ma’arif Banyuwangi.(nng)











