Sosialisasi Anugerah Paritrana 2018 oleh BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya. (Ist)
BIDIK News | SURABAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kembali menggelar Anugerah Paritrana 2018. Yakni penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) RI dalam perlindungan tenaga kerja.
Direktur Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis mengatakan, nama penghargaan Paritrana ini diambil dari bahasa sanskerta yang berarti perlindungan.
“Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah provinsi terbaik, pemerintah kabupaten atau kota terbaik, perusahaan besar terbaik, perusahaan menengah terbaik dan Usaha Kecil Mikro (UKM) terbaik yang telah mengimplementasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerjanya,” katanya, Rabu (10/10).
Ilyas Lubis mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemprov yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan paritrana 2017 lalu.
“Dukungan Pemprov, Kabupaten dan kota dalam meningkatkan kesadaran dan citra positif penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik melalui regulasi ataupun edukasi kepada pengusaha dan pekerja,” katanya.
Kondisi ini tentunya memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kepesertaan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Pensiun (JP).
“Regulasi pemerintah daerah yang dimaksud dalam kriteria ini adalah produk hukum yang diterbitkan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah operasionalnya,” ujarnya.
Penilaian dari pemerintah daerah yang dimaksud adalah bagaimana peran dan inisiatif pemerintah dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Periode penilaian dilaksanakan mulai 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2018. Dan akan dipilih 3 terbaik masing-masing dari Pemprov, kabupaten atau kota, serta perusahaan besar atau menengah.
Sementara itu, penghargaan untuk UMKM akan diberikan kepada 34 UMKM terbaik dari masing-masing provinsi.
“Tim penilai yang terlibat dalam penghargaan ini berasal dari berbagai tenaga ahli, di antaranya ketua Tim Penilai Chazali Situmorang (ahli jaminan sosial), Sekretaris Cotta Sembiring (Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan) dengan anggota tim Riant Nugroho (Ahli Kebijakan Publik), Hotbonar Sinaga (Ahli Jaminan Sosial) serta dari unsur yang lainnya,” pungkas Ilyas Lubis. (hari)











