GRESIK I bidik.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengapresiasi para atlet dan offisial yang mengikuti kejuaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa timur tahun 2023 dengan memberikan bonus reward melalui Disparekrafbudpora yang bertempat di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEB) pada Rabu (27/03/2024).
Ditandai dengan menekan tombol sirine yang dilakukan oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, pemberian bonus dilakukan secara serentak melalui Bank Jatim ke rekening masing-masing atlet setelah dilakukan verifikasi ulang identitas para atlet.
Total bonus yang diberikan oleh Pemkab Gresik untuk ratusan atlet dan offisial sebesar Rp. 9,203 Milyar dari anggaran APBD tahun 2024.
“Atlet itu punya masa waktu. Ketika dapat bonus jangan terlalu konsumtif. Gunakan bonus untuk kebutuhan yang penting. Sisanya untuk ditabung untuk masa depan,” pesan Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik.

Ditambahkan Gus Yani, pemberian bonus ini mudah-mudahan dapat menjadikan spirit dan semangat para atlet untuk terus mengembangkan bakat dan lebih berprestasi dikemudian hari. Ini bagian dari bentuk sinergitas pembangunan sumber daya manusia melalui prestasi non akademis yakni melalui olah raga.
“Gresik gudangnya atlet, untuk itu pemda Gresik akan berupaya semaksimal mungkin untuk menfasilitasi para atlet untuk lebih berprestasi. Memberikan tempat seluas-luasnya untuk anak muda untuk berprestasi dijalur non akademik melalui olah raga,” terangnya.
Masih menurutnya, olah raga juga sangat penting untuk terus dibangun. Saat ini lanjut Gus Yani, masih ada juga sejumlah kabupaten atau kota yang hanya memberangkatkan tiga atau lima cabang olah raga (cabor) saja. Namun, berbeda dengan Gresik. Selama tiga tahun ini masih terus konsisten. Setiap gelaran Porprov, Pemkab Gresik selalu memberangkatkan sekitar 500 atlet mengikuti semua cabor yang dipertandingkan.
“Kita bisa saja hanya memberangkatkan 3 atau 5 cabor. Tapi kita tidak mau seperti itu. Prestasi non akademik melalui olah raga harus terus kita tingkatkan. Mari kita bentuk sinergisitas prestasi non akademik melalui olah raga ini. Untuk anggaran butuh waktu dan perlu proses. Jadi tidak mudah reward kemudian langsung bisa diberikan,” kata Gus Yani.
Sementara itu, ketua KONI Gresik dr. Anis Ambiyo Putri mengatakan bahwa dalam pekan Porprov itu kontingen Kabupaten Gresik menduduki peringkat 7. Rinciannya, dari 43 cabor yang diikuti mendapat 28 emas, 45 perak dan 48 perunggu.
“Reward yang diberikan oleh Pemkab Gresik untuk emas mendapat Rp. 35 juta, perak Rp. 25 juta dan perunggu Rp. 20 juta. Juara umum diraih pada cabor senam, arum jeram dan hoki. Bonus reward terbesar diraih Alma Arela dari cabor panjat tebing yang mendapatkan bonus sebesar Rp. 175 juta. (him)











