SURABAYA l bidik.news – Anggota komisi D DPRD Jatim Siadi mengatakan dari data yang masuk diketahui ada 2.452 bangunan yang tersebar di lima kecamatan. Secara spesifik berada di 15 kelurahan bangunan yang rawan longsor.
“Perlu perhatian serius dari pemerintah untuk antisipasi longsor,”ujar Siadi pada Sabtu (11/7/2026).
Politisi Senior asal Fraksi Golkar ini mengatakan jumlah bangunan tersebut, mayoritas berada dipinggir atau sempadan sungai yang rawan longsor.
“Selain sempadan, juga letak bangunan berada di tanjakan jalan. Perlu dilakukan antisipasi agar tak terjadi longsor,”jelas Siadi asal Dapil Malang Raya.
Siadi mengatakan harus ada upaya antisipasi dalam rangka meminimalkan tanah longsor. Upaya antisipasi yang dilakukan baik secara struktural maupun non-struktural.
“Untuk upaya struktural, pemangku kebijakan perlu berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas,”jelasnya.
Kemudian upaya non-struktural, lanjut Siadi mjsalnya saja dengan sosialisasi rutin kepada masyarakat untuk tidak tinggal di sempadan sungai hingga mitigasi-mitigasi lainnya.
“Lalu tidak memotong bambu-bambu di sempadan sungai sembarangan. Sebab, bambu-bambu itu bisa membantu mencegah terjadinya longsor,”tutupnya.(Rofik )











