GRESIK– Gebyar pemilukada di Kabupaten Gresik yang tinggal 1 bulan ini terasa kurang greget, kampanye dengan rapat umum dibatasi jumlah pesertanya, baliho dan spanduk juga nyaris tidak terlihat dipasang, demikian disampaikan Ketua KPU Gresik Ach Roni saat sosialisasi di depan anggota PWI, Senin ( 26/10).
” Kita sudah cetak dan sudah menyerahkan spanduk dan baliho kepada masing masing pasangan calon bupati, namun hingga 2 minggu berjalan, pemasangan alat peraga tersebut belum terlihat di tempat strategis,” papa Roni memulai sosialisasi yang lebih banyak diisi dengan dialog.
Dalam tiga kali penyelenggaraan pemilihan Cabup-Cawabup di Gresik oleh rakyat secara langsung, jumlah partisipasi menujukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2015 lalu, ada 70,1 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya.
Tingkat kesadaran masyarakat waktu pencoblosan cukup tinggi, dibanding daerah lain. Dalam Pilbub kali ini, menargetkan 77,5 persen partisipasi publik sesuai intruksi KPU Pusat.
Target tersebut dirasa berat, namun akan tetap berusaha semaksimal mungkin agar pilbub kali ini sukses. Hal akan menjadi pondasi kuat, untuk pesta demokrasi kita dimasa mendatang .
KPU juga menjamin kenyamanan pemilih dalam setiap tahapan pilbub, panitia pemungutan suara kami lakukan rapid test, juga sarana prokes lengkap di 2.267 tempat pemungutan suara (TPS). Dan bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu diatas 37 derajat, termasuk mendatangi pasien positif yang sedang menjalani karantina.
Sementara Ketua PWI Gresik Sholahuddin mengatakan, bahwa profesi jurnalis merupakan salah satu pilar penegak demokrasi. Menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskan pilbub.










