BONDOWOSO – Banjir bandang yang menimpa warga Sempol Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso pada 29 Januari lalu, nampaknya menggugah kepedulian anggota Laskar Sholawat Indonesia untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menerima ujian berupa musibah.
Yang menarik kegiatan bakti sosial yang dikemas dengan Adventure Trail ini dipimpin langsung Dewan Pembina Laskar Sholawat Indonesia, Gus Fawait yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Jatim di dampingi Habib Mahdi Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim yang juga punya hobby adventur, pada Minggu (2/2).
Selain dua politisi anggota DPRD Jatim, turut dalam kegiatan baksos Adventur Trail Laskar Sholawat Indonesia ini puluhan offroader anggota Laskar Sholawat Indonesia dari berbagaidaerah seperti Bondowoso, Jember, Banyuwangi dan Probolinggo.
Mohammad Fawait mengatakan bahwa baksos Adventur Trail kali ini sangat tepat dan berkesan. Pasalnya, mereka dapat secara langsung menemui warga terdampak yang lokasinya sulit terjangkau dengan kendaraan biasa kecuali sejenis motor trail yang bisa melibas segala medan berat.
“Kami sengaja menyalurkan bantuan berupa bahan pokok dan susu untuk anak-anak warga terdampak yang lokasinya sulit dijangkau kendaraan biasa. Alhamdulillah, mereka kondisinya sehat,” kata putra angkat KH Muzakki Syah pengasuh ponpes Al Qodiriyah Jember ini.
Senada, ketua Laskar Sholawat Kabupaten Bondowoso, ust Yul Riyadi SH mengaku bahagia karena bisa membantu dan meringankan beban warga masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Alhamdulillah, kegiatan adventur trail ini bukan hanya untuk menyalurkan hobby tapi juga bisa menambah kesalehan sosial dan kesalehan pribadi karena dibimbing oleh para kiai dan gus yang paham soal agama,” ungkap Riyadi.
Ke depan sesuai arahan dewan pembina, pengurus Laskar Sholwat Bondowoso juga akan menggandeng berbagai kelompok masyarakat dan instansi terkait untuk memasyarakatkan gerakan penghinjauan di lahan-lahan yang gundul.
“Hikmah dari banjir bandang adalah supaya kita semua bisa menjaga lingkungan hutan di pengunungan dengan baik. Kalau tanamannya gundul dan dibakar, bisa mengakibatkan banjir bandang saat musim penghujan,” pungkas Riyadi.











