Kota Batu|BIDIK–Sebanyak 17 penyandang cacat fisik mendapat bantuan sepasang kaki palsu. Mereka yang sebelumnya berjalan menggunakan kruk (tongkat penyangga tubuh) kini bisa menopang tubuhnya dan berjalan meskipun tertatih-tatih dengan bantuan kaki palsu.
Kegiatan sosial penyerahan kaki palsu bertempat di halaman Balaikota Among Tani, Kota Batu (Selasa, 8/8), diprakarsai oleh Polres Batu sebagai rangkaian peringatan HUT ke 71 Bhayangkara bekerjasama dengan Pemkot Batu dan Kick Andy Foundation. Pada acara tersebut dihadiri langsung oleh Andy F. Noya, presenter talkshow Kick Andy sekaligus penggagas Kick Andy Foundation.
17 kaki palsu yang dibagikan merupakan karya tangan pria asal Mojokerto, Sugeng Siswoyudono. Sugeng bersama Kick Andy Foundation menelurkan program “Gerakan 1000 Kaki Palsu”. Dari penuturannya ada 4000 kaki palsu yang telah diproduksinya.
Mayoritas penerima kaki palsu merupakan orang-orang yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas dan kakinya harus diamputasi. Sebagian kecil sisanya karena kecelakaan kerja maupun cacat fisik bawaan sejak lahir.
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan kegiatan sosial tersebut bisa berkesinambungan. Pihaknya siap membantu jika ada warga Kota Batu yang membutuhkan kaki palsu. “Tak hanya sekedar memberi, tapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan dan menambah jumlah kaki palsu,” lanjut Budi Hermanto.
Kegiatan sosial pemberian kaki palsu disambut istimewa oleh Walikota Batu, Eddy Rumpoko. Menurutnya, hal itu merupakan kado spesial di hari ulang tahun di usianya yang genap menginjak 57 tahun yang jatuh pada tanggal 8 Agustus.
“Kado spesial di hari ulang tahun saya,” sahut Eddy.
Politisi PDI P itu lantas mengapresiasi upaya Polres Batu. Menurutnya, AKBP Budi Hermanto sebagai Kapolres Batu yang baru dilantik berusaha untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sejalan dengan jargon polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
“Kita saksikan bersama, Kapolres beserta jajarannya terjun langsung menjawab permasalahan di tengah-tengah masyarakat,” seru Eddy.
Sementara itu, mewakili Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin yang tak sempat hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes. Pol Budi Heryadi membacakan sambutan tertulis sang jenderal bintang dua tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolda Jatim mengatakan penyandang disabilitas masuk ke dalam penyandang permasalahan kesejahteraan sosial.
Peran mereka dibutuhkan dalam pembangunan dan jangan diabaikan. Penyandang disabilitas mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Sehingga perlu upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
“Mereka perlu diperhatikan dan diperlakukan sebagai manusia utuh yang berpotensi menghasilkan sesuatu bernilai dan memiliki manfaat,” seru Machfud Arifin dalam keterangan tertulis yang dibacakan Kombes Pol. Budi Heryadi.
Lebih lanjut, dalam sambutan tertulisnya, Machfud Arifin mengatakan ada pergeseran paradigma dalam membantu penyandang disabilitas, dari yang sebelumnya mengedepankan rasa iba kini bergeser dengan mengedepankan pemenuhan hak-hak kebutuhan penyandang disabilitas.
Dengan bantuan kaki palsu, Machfud Arifin berkeyakinan bisa membangkitkan harapan mereka baik kebangkitan fisik, ekonomi dan jiwa mandiri. Diharapkan kegiatan tersebut bisa meringankan masyarakat dan sinergisitas
“Sepotong kaki menyalurkan energi berjuta-juta harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka yang kehilangan kakinya,” pungkas mantan Kapolda Kalimantan Selatan pada tahun 2013 tersebut. (Didid)





