MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi kegiatan Gerakan Bangkit Wates Peduli (Gerbang Wali) yang dilaksanakan di Kelurahan Wates.
Kegiatan itu dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat yakni LPM, BKM, UPK, Kader Motivator Kesehatan, TP-PKK, Pokja Sehat dan Pegawai Kelurahan serta penggiat sosial lainnya.
“Gerbang Wali, kegiatan yang sangat menarik dengan kerja bhakti bersama-sama membersihkan rumah warga yang sangat kumuh dan ini bisa ditiru oleh Kelurahan lain karena sebelumnya belum pernah ada,” ujar Ning Ita.
Sementara itu, menurut Lurah Wates Amanullah Widi mengatakan bahwa Gerbang Wali murni kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk membantu segala permasalahan sosial yang di hadapi warga di wilayah Kelurahan Wates, utamanya yang belum tersentuh dana pemerintah.
“Sasaran dari kegiatan Gerbang Wali ini antara lain, perbaikan rumah, perbaikan saluran, cuci rumah (bersih rumah), masalah kesehatan, ekonomi dan permasalahan sosial lainnya yang tentunya menyesuaikan dengan kemampuan Gerbang Wali,” jelasnya.
Dengan swadaya anggota secara sukarela, masing-masing anggota dan juga Lurah dan pegawai Kelurahan yang digali setiap bulan sekali dan dikelola oleh bendahara Gerbang wali.
Sejak dilaunching bulan Desember 2021 lalu, sudah beberapa warga yang dibantu diantaranya, membantu pembuatan sekat kamar tidur bagi penderita gangguan jiwa, membantu merapikan rumah.
Selain gerakan bersih-bersih tim Gerbang wali juga melakukan perbaikan atap bagian talang yang bocor dengan dana sekitar 2 juta rupiah yang diambilkan dari kas Gerbang wali.
Terlihat guyup rukun tim Gerbang Wali betandang, hasil membersihkan rumah terpilih yakni milik Suliana Wati warga Kelud Gg.IX Nomor 15 Kelurahan Wates Kec, Magersari Kota Mojokerto telah dikeruk sampah sebanyak 2 unit kendaraan Roda 3 yang dibantu oleh tim DLH untuk dibuang ke TPA. Sementara sampah yang masih bisa dijual ditimbang dan disetorkan ke Bank sampah terdekat.
Ketua LPM Kelurahan Wates Muchson menuturkan, dipilihnya rumah Suliana wati ini lantaran kondisinya sangat memprihatinkan, kumuh penuh dengan sampah, baik yang ada di dalam kamar, dapur maupun di ruang tamu.
“ Kondisi ini ditemukan saat kegiatan PSN terintegrasi yang dilaksanakan setiap hari jumat, kader dan Pokja keliling ke rumah warga untuk melihat kondisi lingkungan yang kurang sehat. Diantaranya rumah yang penuh dengan gunungan sampah” ungkap ketua LPM sekaligus ketua Gerbang Wali. (amalia)










