GRESIK – Karena berada di antara 3 sungai besar, yaitu : Bengawan Soli, Kali Lamong, dan Kali Brantas/ Kali Surabaya, maka potensi bencana banjir sering terjadi, kan kita mesti antisipasi sejak awal, demikian dikatakan Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, saat apel pagi , Senin (25/10).
” Bencana Hidrometeorogi tidak hanya banjir, namun juga potensi terjadinya angina kencang, angin puting beliung serta bencana tanah longsor.” jelas Gus Yani.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, meminta kepada semua masyarakat dan juga stake holder untuk meningkatkan kewaspadaan. Berbagai strategi dan mitigasi bencana harus dipersiapkan guna antisipasi cuaca ekstrim yang melanda.
“Seperti kita ketahui bahwa sejak tahun 2020 kita dihadpakan pada berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemic Covid-19, sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana laam juga harus memperhatikan faktor protokol kesehatan agar dalam proses penanganannya tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19,” tambah Gus Yani.
Dalam mitigasi bencana, Gus Yani mengatakan, tentunya dibutuhkan penyusunan program. Salah satu strategi yang dilakukan dalam menghadapi banjir yang tiap tahun terjadi adalah dengan melakukan normalisasi sungai. “Minimal ada peningkatan strategi dalam menghadapi bencana alam. Program mitigasi secara fisik yang akan kita lakukan segera adalah melakukan normalisasi pada bantaran sungai Kali Lamong. Setelah apel ini kita akan meninjau Kali Lamong untuk memastikan rencana normalisasi,” pungkas Gus Yani. ( ali )











