GRESIK – Budaya kebersamaan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, bikin sehat dan gembira, murah meriah, ini yang mesti kita pertahankan, ungkas Kades Gredek. Bahrul Ghofar. Rabu (20/10).
” Kita hidup di pedesaan, mesti mempertahankan budaya kebersamaan, bermain yang menyenangkan serta menghasilkan, dan ujungnya adalah sehat,” papar Ghofar.
Sudah menjadi tradisi tahunan bagi warga Dusun Gredek dan Dusun Kedungbanteng. Desa Gredek. Kecamatan Duduksampeyan, dimusim kemarau ketika air bendungan sudah hampir habis, maka warga desa setempat menggelar rebutan ikan di bendungan.
Yang membedakan dari rebutan ikan ini dengan ditempat lain, adalah di Desa Gredek ini tanpa membawa alat, boleh membawa alat penyimpan ikan yang sudah berhasil ditangkap. Sehingga masing masing orang yang ikut berburu menangkap ikan ini kadang bertabrakan dengan temannya, bisa juga terkena cipratan lumpur dari temannya yang mengejar ikan.
Jam 12.00 pak kades yang memberi aba aba : satu, dua, tiga, maka ratusan orang tua, muda, dewasa, anak anak, laki, perempuan, berebut segera turun ke bendungan ikut berburu menangkap ikan tanpa alat alias pakai tangan kosong, sehingga air yang semula agak jernih langsung keruh dan berlumpur. aneka macam ikan yang terkejut mencoba lari, tetap dikejar oleh ratusan orang tadi.
Hadi salah satu warga Gredek yang ikut turun berburu ikan mengaku sangat bangga,” Meski hanya dapat seekor ikan gabus dan harus berlepotan lumpur, namun suka, bangga, dan berjalan dilumpur adalah olah raga, serta bisa bersama dengan anggota masyarakat yang lain, budaya ini yang mesti dilestarikan . ( ali )












