SIDOARJO – Proyek pembangunan U-Dith (beton precast) saluran air di Desa Wates Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo hanya berumur dua minggu.
Pasalnya, penutup U-Dith (beton precast untuk saluran air) hancur setelah dilewati kendaraan roda empat (mobil).
Padahal proyek saluran air (drainase) sepanjang 85 meter dengan lebar 60 Cm belum satu bulan dikerjakan.
Ini menandakan adanya dugaan bahwa kualitas Cover U-Dith (penutup U-Dith ) yang digunakan untuk menutup beton prescast menyerupai huruf U itu, sangat rendah dan dibawah standar.
Awalnya warga sempat menolak pembangunan saluran air diletakkan di pinggir sisi kiri, dan tidak ada sosialisasi sebelumnya.
Sedangkan warga minta saluran air diletakkan ditengah (bahu jalan) sehingga tidak rawan jebol jika dilintasi kendaraan roda empat.
“Akibatnya jika kualitas penutup U-Dith kurang baik, rawan jebol seperti yang terjadi saat ini. Padahal proyek itu baru berumur dua mingguan sudah hancur. Yang lebih disayangakan, pak Kades selalu ngotot tidak mau menerima masukan dan mendengar masukan dari warga sekitar,” ujar salah satu warga yang tidak mau namanya dikorankan.
Investigasi BIDIK, berdasarakan papan proyek yang dipasang, proyek pembangunan U-Dith saluran air Dusun Wates, Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin berasal dari dana APBDes Tahun 2021 dengan alokasi anggaran Rp 75.000.000,- yang dikerjakan oleh CV Iqbal Eka Jaya.
Namun dalam pelaksanaan dilapangan terkesan mengabaikan kualitas guna mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga tidak seperti yang diharapkan masyarakat, yakni berkualitas dan nyaman.
Bahkan pemasangan U-Dith yang letaknya di sisi kiri jalan lebih tinggi sekitar 10 Cm dari jalan utama paving membuat jalan tidak rata dan tidak nyaman sehingga sangat rawan terjadi selip (terjadi kecelakaan).
Selain itu, penahan jalan adonan pasir dan semennya kurang bagus sehingga banyak yang hancur (mrothol) saat dilintasi sepeda motor.
“Saya menduga, produk beton precast hasil olahan yang dicetak menggunakan moulding besi bukan produk pabrikan, tapi hasil cetakan sendiri. Ini yang membuat kualitasnya sangat rendah dan jauh dari standar. Disamping itu, penutup beton precast hancur sekitar dua meter meski pun sudah diangkat dan masih dibiarkan bolong dan masih banyak lagi penutup beton banyak yang retak. Dengan kondisi seperti ini, masyarakatlah yang dirugikan. Untuk itu, pihaknya akan meneruskan temuan itu kepada aparat penegak hukum agar segera ditindaklanjuti,”pungkasnya.
Sementara, Kades Kedensari, Mustakim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (20/10/2021) sudah menegur kontraktornya dan minta segera diganti beberapa penutup U-Dith yang hancur tersebut.
“Saya sudah menegur kontraktornya agar segera menggangti penutup U-Dith yang hancur. Dan memperbaiki jika ada penutup Udith yang retak. Pihak kontraktornya juga sudah menyatakan siap untuk memperbaiki dan mengganti beberapa penutup U-Dith yang hancur,” papar Mustakim.
Sedangkan pelaksana proyek, direktur CV Iqbal Eka Jaya belum berhasil dikonfirmasi.









