PASURUAN – Permasalahan banjir di. Kab Pasuruan setiap tahunnya tak pernah tuntas. Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Pasuruan melalui Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang untuk menekan terjadinya banjir setiap musim penghujan tiba. Semisal pengerukan pendangkalan sungai dan pembersihan sampah yang menjadi momok bagi masyarakat sekitar sungai.
Tahun 2021 Dinas PU SDA dan Tata Ruang Kab Pasuruan masih fokus pada kegiatan normalisasi, pengerukan sedimen, dan pembersihan sampah dengan menggunakan alat berat maupun manual agar fungsi sungai bisa kembali normal.
Kepala Dinas PU SDA dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Ir. Misbah Zunib Msi mengatakan, hampir tiap tahun banjir kerap melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Gempol, Beji dan Kecamatan Bangil imbas beberapa sungai di sana mengalami pendangkalan, sehingga pada saat hujan tiba air meluap ke rumah penduduk.
“Ada beberapa sungai di Kecamatan Gempol, Beji dan Bangil dilakukan normalisasi yakni Sungai Kedungaron di Desa Beji hingga Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji. Kali Kendal di Desa Kedungboto, dan saluran irigasi Sungai Bekacak di Kecamatan Bangil,” tegas Misbah sapaan akrabnya.
Dia menjelaskan, agar kegiatan normalisasi bisa lebih maksimal, digunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat endapan lumpur dan sampah yang menumpuk di sepanjang sungai. “Kegiatan normalisasi sudah berjalan sejak sepekan lalu, untuk panjang penanganan di masing-masing sungai bervariatif tergantung kesiapan anggaran yang tersedia,” Imbuhnya.
Dia mencontohkan, seperti pengerukan di Kali Kendal, direncanakan sepanjang 1 kilometer. Lebar sungainya, akan dinormalkan menjadi 5 meter. “Sungai ini memang berada di perbatasan Kedungboto dan Glanggang,” tukas arek Pasuruan ini.
Dia menuturkan, normalisasi sungai ini juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi. Saluran irigasi ke persawahan warga sangat penting. “Sebab, sawah mereka sulit memperoleh air irigasi kala memasuki musim kemarau seperti sekarang,” Kata Misbah.
Untuk menekan banjir tahunan di musim penghujan nanti, Dinas-nya akan terus berupaya menormalisasikan keberadaan sungai menjadi lebih baik dengan menggandeng pihak desa. Semisal Kades dan perangkatnya, tokoh agama dan masyarakat serta tokoh pemuda.
“Kalau perlu kita akan menggandeng LSM pecinta lingkungan agar selalu stanbay dan ikut mengawasi keberadaan sungai itu sendiri,” tegas Misbah. (rusdi)











