SAMPANG – Saluran drainase sepanjang Jl. Suhadak hingga Jl. Terate di Kel. Dalpenang, Kec. Sampang, Kab. Sampang Madura sudah lama tak terurus dan tidak mendapat perhatian dari Dinas PUPR setempat.
Dimana kondisinya sangat memprihatinkan, banyak tumpukan sampah di tengah saluran drainase tersebut. Sehingga genangnya air tidak bisa mengalir ke hulu sungai akibat tumpukan sampah. Dan tentu saja banyak mengundang nyamuk yang bersarang di tempat genangan air.
Suprayetno, warga setempat mengatakan, bahwa drainase itu dibangun sejak tahun 2017. Dan hingga sekarang tidak pernah ada pemeliharaan atau pengerukan, sehingga kelihatan dangkalnya, ditambah banyak tumpukan sampah.
“Kalau musim hujan tiba, air sering meluap dan kalau musim kemarau, bau sampah sangat menyengat hidung, karena airnya tidak jalan dan tergenang,” ungkapnya, Rabu (19/5/2021).
Melihat kondisi saluran seperti itu, kata Suprayetno, warga sekitarnya banyak yang mengeluh dan kecewa karena kurangnya perhatian dari Dinas terkait. Padahal dana tiap tahunnya di anggarkan oleh Dinas DPRKP Kawasan Permukiman serta Dinas PUPR untuk drainase saluran air di lingkungan pemukiman rumah warga dan sepanjang bibir bahu jalan di ruas pasar Deg Gedeg, Kel. Dalpenang dan bahu jalan raya yang lain .
Menurut Kasi Kelengkapan Jalan Dinas PUPR Sampang, Amrul menjelaskan, dengan adanya normalisasi saluran di jalan Suhadak akan dilakukan pengecekan.
Namun Suprayetno mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kembali atas normalisasi. ”Namun sampai hari ini tidak ada tindak lanjut dalam penanganan untuk pemeliharaan dari Dinas PUPR Kabupaten Sampang. Kemana Anggaran pemeliharaan tiap tahunnya ?,” ungkap Suprayetno.











