• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home INDEX

Kisah Pilu TKI Bangkalan, Dipaksa Bekerja 24 Jam Nonstop, Sering Dipukuli Rekan Kerjanya

admin by admin
5 years ago
in INDEX, PERISTIWA
Reading Time: 2 mins read
0
foto: Muhyi, TKI asal Bangkalan, (Ist)

foto: Muhyi, TKI asal Bangkalan, (Ist)

0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANGKALAN – Pupus sudah harapan Muhyi (22), untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan cara merubah nasib bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

Alih-alih dapat gaji yang dibayarkan sebesar Rp 18 juta -20 juta per bulan.

Kenyataannya, yang diterima hanya pukulan dan kekerasan fisik selama bekerja dari rekan kerjanya.

Akibatnya, TKI asal Desa Trogan Kecamatan Klampis Bangkalan ini hanya bertahan tidak sampai dua bulan—tepatnya hanya 44 hari— dan memutuskan untuk kembali lagi pulang ke kampungnya halamannya di Bangkalan, Madura meski pun dengan susah payah.

Muhyi menceritakan, saat bekerja di kapal laut lepas, bersama beberapa pekerja lain yang berasal dari beda negara. Tugasnya adalah mencari kepiting laut, dengan peralatan jala dengan umpan yang sudah disiapkan.

Aktivitas bekerja nya dimulai lepas subuh sampai ketemu subuh lagi.

“Diberikan waktu istirahat hanya satu jam saja, setelah itu, kita dipaksa bekerja lagi, begitu seterusnya setiap hari,” kata Muhyi kepada bidik.news, Senin (1/2/2021).

Karena itulah, kata Muhyi, fisiknya mulai melemah, lemes dan merasakan mual-mual dan sampai muntah-muntah akibat kurang pasokan nutrisi / makanan ditubuhnya setelah terforsir dengan ritme kerja yang tinggi.

Melihat kondisi Muhyi (pekerja TKI) seperti itu, rekan kerjanya dari Korea tidak menolongnya, malah menendang dan memukulnya berkali-kali, baik di kepala, badan, sampai di sekujur tubunya merasakan sakit yang luar biasa.

Mereka menganggap ia malas, padahal waktu itu memang ia sangat lemah dan sakit.

‘Bahkan saya dikatakan, –menurut bahasa mereka— Indonesia anjing,” papar Muhyi.

Tidak hanya itu, kekerasan fisik juga dilakukan pada saat istirahat jam makan, tiba-tiba tanpa ada sebab yang jelas, ada salah satu rekan pekerja langsung menendang dan memukul kepalanya.

Dirinya tidak bisa membalasnya karena hanya ia yang satu-satunya pekerja asal Indonesia. Kalau dibalas pikirnya, ia malah dikeroyok sama teman-temannya yang lain. Hal ini dilakukan hampir setiap hari.

Terjadinya kekerasan fisik itu, akhirnya ia melaporkan kepada perwakilan agen yang ada di Korea, dan ia mangajukan untuk pindah kapal, akhirnya disetujui.

Namun pada saat pindah kapal, juga terjadi hal serupa. Karena tidak betah, akhirnya ia minta pulang ke Indonesia, laporan tersebut tidak langsung direspon.

Namun dirinya tidak putus asa, setiap hari ia melaporkan kejadian kekerasan yang menimpa dirinya dan ingin dipulangkan saja, karena kekerasan fisik sudah hampir setiap hari dan mengancam jiwanya.

Alhasil, dari beberapa laporan tersebut, akhirnya pihak agen menyetujui permintaannya untuk pulang ke Indonesia.

Muhyi merasa bersyukur keinginannya untuk pulang ke Indonesia di dengar dan disetujui.

“Daripada mati konyol disiksa, lebih baik saya memutuskan untuk pulang Indonesia, karena sudah tidak betah,” pungkasnya.

Bagaimana nasib setelah pulang? Ternyata ada tanggungan puluhan juta termasuk ditagih pemilik sertifikat tanah?…Sejauhmana tanggungjawab agen TKI-nya? —bersambung—–

Related Posts:

  • kisah3
    Kisah Pilu TKI Bangkalan, Belum Sempat Menikmati…
  • petrokimia kayaku
    Sejumlah Pekerja Petrokimia Kayaku Bekerja Tanpa…
  • IMG-20180609-WA0036
    THR Di Potong, Ratusan Buruh PT. SSP Gelar Demo
  • joko
    Ironis, Buruh Migran Asal Tulungagung, Makan Nasi…
  • Kasus Kades Perreng Bangkalan Segera Disidangkan
  • tki
    Akhirnya TKI Yang Makan Nasi Busuk Asal Tulungagung…
Previous Post

RS Lapangan Joglo Dungus, Resmi sebagai RS Rujukan Covid-19.

Next Post

Pengamat Politik : AHY Bisa Jadi Simbol Perjuangan Baru

admin

admin

RelatedPosts

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme
JAWA TIMUR

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

by Nanang Firmansyah
19/01/2026
0

BANYUWANGI | bidik.news – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk memperkuat komitmen pengabdian dalam...

Read moreDetails
PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

19/01/2026

Rombongan Pesilat Pulang, Jalur Kediri Kota Dijaga Ketat Polisi

18/01/2026

Bank Jatim Bersama dengan Seluruh Bank Anggota KUB Lakukan Pengesahan RSTI 2026-2029

18/01/2026

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

18/01/2026
Next Post
Pengamat Politik : AHY Bisa Jadi Simbol Perjuangan Baru

Pengamat Politik : AHY Bisa Jadi Simbol Perjuangan Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

19/01/2026
PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.