NGAWI | BiDIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Ngawi terus melakukan sosialisasi untuk merubah mindset masyarakat terkait pengelolaan sampah. Bukan hanya membuang sampah pada tempatnya lalu diangkut dibawa ke TPA. Tapi lebih pada pengelolaan 3R (reduce, reuse, recycle) dilingkungan paling kecil bisa di desa, RT bahkan dalam rumah tangga.
Di masa pandemi Covid-19 ini, kebersihan 100% ditekankan untuk dijaga, baik disekitar rumah atau lingkup lingkungan. Hal ini menjadi pemikiran khusus Pemda Ngawi bagaimana mengendalikan tidak terjadi polusi udara yang mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh Kepala DLH Kab. Ngawi Setiyono melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dwi Rahayu Puspita Ningrum yang menghimbau kepada masyarakat terutama dialiran saluran air, untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Dikatakan Dwi Rahayu, saat pandemi ini produksi sampah mengalami penurunan yang signifikan. Yang biasanya dalam sehari ada 40 ton sampah yang masuk ke TPA Selopuro, sekarang turun menjadi 30 ton sampah. Penurunan ini diakibatkan sejumlah tempat umum seperti sekolah, rumah makan dan tempat wisata dibatasi aktivitasnya.
“Penurunan volume sampah ini tidak serta merta membuat pekerjaan DLH lebih mudah, tapi tetap menyisakan banyak masalah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan memang masih sangat memprihatinkan, utamanya di selokan, saluran maupun di daerah aliran sungai (DAS),” kata Ayu, sapaan akrabnya, Kamis (5/11/2020).
Diakuinya, masyarakat masih juga ada yang belum sadar permasalahan sampah yang menimbun di sembarang tempat, meski beberapa landasan kontainer sampah di TPS telah disediakan diberbagai titik, baik di lingkungan rawan pembuangan sampah maupun dekat sungai.
Bahkan DLH juga memasang papan himbauan agar membuang sampah pada tempatnya dan dimasukan dalam kontainer sampah yang ada di TPS. Papan himbauan dan publikasi sudah lama terpasang di sejumlah tempat umum dan strategis, misalnya di dekat jembatan, diruas jalan raya dan di tempat pembuangan sampah itu sendiri.
“DLH mengharapkan dengan himbauan yang terpasang tersebut, sudah menyuarakan dan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Agar Dinas lebih mudah untuk mengelola tanpa hambatan, sehingga bisa tercipta kota bersih dari sampah,” pungkas Ayu. (ekmar)











