TRENGGALEK – Di saat musim pandemi covid-19, Cawabup Zaienal Fanani mendorong pengrajin genteng agar bisa eksis, bahkan berkembang dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Harapan itu diungkapkan Cawabup Zaenal Fanani saat mengunjungi UMKM yang memproduksi genteng di Dusun Ngeneng Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari,Kabupaten Trenggalek,Minggu sore (18/10/2020).
H.Kaelani,salah satu pengusaha genteng mengatakan, ia dan teman sepekerjaan,tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah,dan saat musim pandemi ini membutuhkan suntikan dana untuk modal usaha.
Perhatian dari pemerintah kabupaten Trenggalek sangat diperlukan.
“Apalagi dimusim pandemi seperti ini,penjualan sangat menurun,sehingga omset saya menurun drastis, ” katanya
Untuk itu pihaknya berharap jika pasangan Cabup Cawabup “Ali Topan” menang, bisa mewujudkan janjinya agar lebih memperhatikan pelaku UMKM di Tenggalek
Zaenal fanani,dalam kesempatan itu menanggapi jika pelaku UMKM seperti H.Kaelani perlu suntikan modal dan inovasi untuk bersaing di era digital ini.
“Di era digital ini harus dimanfaatkan bagi pelaku UMKM. Jika pasangan “Ali Topan ” menang, kita akan memberdayakan UMKM berupa membantu akses permodalan dan pemasaran,” ungkapnya.
Selanjutnya, agar produk UMKM menarik di pasaran,kwalitas gentengnya harus diperhatikan,sehingga bisa menarik para pembeli.
“Doakan kita, agar bisa memperhatikan lebih lagi untuk pelaku UMKM, kita akan bantu segalanya untuk menaikkan daya saing produk UMKM Trenggalek, mulai dari akses modal, pelatihan hingga pemasaran,” ungkapnya.
Lebih lanjut,Zaenal menjanjikan modal kepada para pelaku UMKM, jika dirinya terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek.
Di tempat ini, zaenal bersama para relawaan tidak hanya meninjau pengrajin genteng,tetepi lebih intens mengajak diskusi tentang pengembangan UMKM.
“Kita diskusi bersama,dan ternyata banyak pelaku UMkM yang memerlukan kehadiran pemerintah, ” ungkapnya.
Lebih lanjut Zaenal berharap dengan diskusi ini akan membuka kran yang mungkin tersumbat yang dihadapi oleh pelaku UMKM Trenggalek (eko)











