JEMBER – Suasana cukup menyejukkan mata dan pikiran, ketika melihat seluruh perwakilan rakyat DPRD Jember melakukan kunjungan balas kepada Plt. Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.06/10/2020
Pada kesempatan sebelumnya Kyai Muqit telah melakukan kunjungan kepada pimpinan DPRD Jember dalam upaya membangun komunikasi dan koordinasi setelah cukup lama terjadi komunikasi yang tidak harmonis antara eksekutif dan legislatif.
Pada kesempatan kali ini seluruh pimpinan besama anggota DPRD Jember malakukan kunjungan balas kepada Plt. Bupati Jember, bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha seluruh wakil rakyat ini diterima secara langsung oleh Plt. Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.
Dalam sambutanya Kyai Muqit selaku Plt. Bupati Jember mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Pimpinan Dewan beserta seluruh anggota dewan yang hadir di kesempatan tersebut. Semoga silaturrohmi tersebut akan membawa kebaikan kepada seluruh masyarakat Jember.
Beberapa kata sambutan oleh Plt. Bupati telah membuat suasana sejuk dan nyaman, sehingga seluruh pimpinan dan anggota Dewan secara bersama memberikan oplos kepada Plt. Bupati.
Usai Kyai Muqit, Ketua DPRD Jember Itqon Shauqi turut menyampaikan kata sambutanya terkait tujuan hadirnya seluruh pimpinan dan Anggota Dewan di Pendopo Wahyawibawagraha.
Atas maksud dan tujuan tersebut, Itqot mengucapkan rasa terima kasihnya atas sambutan yang diberikan oleh Plt. Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief bersama seluruh pejabat Pemkab yang hadir.
Usai kedua pimpinan menyampaikan kata sambutanya, Kyai Muqit mempersilahkan kepada beberapa anggota Dewan untuk menyampaikan saran dan masukanya.
Kesempatan tersebut disambut baik oleh anggota dewan yang hadir. Tiga anggota dewan yang terdiri dari David Handoko Seto, Nyoman Aribowo, dan Sunardi berkesempatan menyampaikan pandanganya.
Nyoman Aribowo dalam kesempatan tersebut lebih menyentuh soal hubungan eksekutif dan legislatif dalam hal ini Plt. Bupati dan DPRD Jember, dimana harus ada percepatan, linier antara eksekutif dan legislatif sehingga masa 72 hari ini betul-betul bisa dimaksimalkan dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Semetara itu, politisi Nasdem, David Handoko Seto yang bergaya plontos ini lebih menyikapi dugaan adanya kekangan kepada Plt. Bupati, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, pernyataan pedas tersebut disampaikan oleh David karna adanya salah satu ruang di pendopo Wahyawibawagraha dalam komdisi terkunci.
Bahkan David meminta kepada pihak terkait untuk mencatat dan melakukan teguran atas apa yang terjadi. “Saya mintak kepada staf ahli untuk mencatat ini dan melakukan teguran, karna hal tersebut salah satu anggota dewan yang posisinya sedang sakit harus berada di emperan pendopo, ini sangat kami sesalkan,” ujarnya.
Lain halnya dengan Sunardi, anggota dewan yang berasal dari satu daerah dengan Plt. Bupati ini lebih menyoroti terkait pembahasan APBD tahun 2020.
“APBD 2020 harus kita bahas, DPRD punya hak untuk mengawasi, beda dengan Perbup,” jelasnya.
Menanggapi apa yang menjadi pandangan dan keluhan dewan tersebut, Kyai Muqit sebagai tuan rumah mengucapkan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan tersebut dan berjanji usai acara akan menemui langsung anggota dewan yang ada di emperan pemdopo Wahyawibawagraha.
Karna masih harus menghadiri salah satu kegiatan, Kyai Muqit memohon kepada Pinpinan dan seluruh anggota dewan yang hadir untuk segera meninggalkan pendopo Wahyawibawagraha.
Namun sebelum meninggalkan Pendopo, seperti yang disampaikan sebelumnya, Kyai Muqit langsung menemui Agusta Jaka Purwana salah satu anggota dewan yang kondisinya sakit namun tetap memenuhi undangan kegiatan kunjungan balasan pimpinan dan seluruh anggota DPRD Jember kepada Plt. Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief. (Monas)










