JEMBER – Sebagai sosok bupati yang berlatar belakang dokter, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, menyadari pandemi Covid-19 akan berlangsung lama. Sehingga sejumlah anggaran dialihkan untuk fokus (refocusing) penanganan wabah tersebut. 25/09/2020
“Saya menyadari bahwa Covid-19 akan berproses panjang, sehingga setelah ada perintah refocusing, saya pindahkan beberapa anggaran yang tidak mungkin dilakukan pada masa pandemi,” jelas Bupati.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Faida saat menjadi narasumber webinar dengan tema kepala daerah perempuan di era wabah pandemi Covid-19.
Masih Bupati, sejumlah anggaran dalam APBD Kabupaten Jember dialihkan untuk penanganan kesehatan sebesar Rp. 310 miliar, Rp. 87 miliar untuk jaring pengaman sosial, dan Rp. 81,9 miliar untuk penanganan dampak ekonomi.
Sejumlah anggaran yang dialihkan diantaranya pembangunan asrama haji, renovasi lanjutan lima pasar, maupun pembangunan empat lantai rumah sakit dr. Soebandi. Kegiatan pembangunan itu ditunda pada masa pandemi ini.
“Anggaran yang kita pindahkan tidak berlebihan. Sesuatu yang tidak mungkin dilaksanakan, kami pindahkan anggarannya, karena keselamatan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Pada tataran penanganan wabah, tindakan yang dilakukan yakni memberikan sosialisasi serta penyemprotam di ponpes, tempat ibadah, serta layanan publik. “Ini adalah upaya agar Jember lebih aman,” imbuhnya.
Tindakan lainnya berupa perhatian kepada lansia dengan memberikan makanan katering, bantuan bagi duafa yang belum pernah menerima bantuan, memberikan sertifikat mall tangguh, dan pengantaran adminduk oleh pendopo ekspress ke rumah masing-masing pemohon.
Mahasiswa yang tidak pulang ke Jember juga mendapat perhatian, dengan mendapat kiriman paket bantuan. Serta beasiswa. Sehingga dalam keadaan pandemi tidak terlalu berdampak.
Sementara, di lingkungan pasar juga dibuat pasar online dan pasar tangguh dengan mengatur ketertiban pasar. Memberikan tenda untuk penataan pasar yang lebih rapi.
Selain itu, Pasar dijaga oleh pengawas protokol covid-19. Ada juga sarana cuci tangan, sebanyak 2.251 wastafel di pasar dan tempat umum.
Di samping itu, pendirian posko di setiap perbatasan masuk Jember. Dan menjadikan Jember Sport Garden (JSG) yang merupakan sarana olahraga untuk sarana karantina.











