PROBOLINGGO – Pandemi Covid-19 menghantam semua sektor perekonomian baik dari dunia hiburan, pariwisata, UMKM, Perusahaan swasta hingga pedagang kecil. Namun kita sebagai manusia tidak boleh putus asa dan harus selalu berikhtiar agar kita bisa bertahan hidup meskipun pandemi belum selesai.
Seperti Rosid warga Probolinggo yang saat ini berupaya tetap tegar dalam mencari nafkah dengan mengebangkan usaha budi daya pengembangan lebah trigona atau yang sering kita sebut lebah klanceng.
” Budi daya lebah klanceng sebenarnya peluang untuk bertahan hidup usaha di tengah pandemi . Insya Allah bisa mendongkrak perekonomian warga , ” kata Rosid saat di temui di tempat budi daya lebah trigona di desa Sukodadi kecamatan Paiton, Selasa ( 15 /9).
Akan tetapi di jelaskan pria asli Probolinggo ini bahwa dirinya dalam mengembangkan budi daya madu trigona terkendala modal sehingga menjadi penghambat untuk lebih maju. Padahal jika pemerintah mau memperhatikan dan ikut peduli peternak budi daya madu klanceng yang ada di kabupaten Probolinggo , maka kehidupan warga bisa terdongkrak meskipun pandemi melanda.
” Saya berharap kepada Pemerintah ikut peduli beri bantuan modal kepada peternak budi daya Madu klanceng dan bila perlu saya mengaduh langsung ke wakil rakyat yang duduk di DPRD Jatim supaya mendorong pemerintah turun ke masyarakat bawah untuk beri suntikan modal, ” tegas Rosid.











