GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus melakukan upaya dalam menggairahkan minat petani tembakau. Melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020, Dinas pertanian Pemkab Gresik menfasilitasi petani tembakau mengadakan kegiatan Demontrasi Plot (Demplot) Tembakau sebanyak 4 unit.
Demplot ini terbagi menjadi empat petani tembakau yang tersebar di Kecamatan Balongpanggang, Wringin Anom dan Duduksampean.
Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pembelajaran bagi para petani tembakau di Kabupaten Gresik. Disamping demplot, juga diadakan Sekolah Lapang SL-GAP (Sekolah Lapang Good Agricultural Practices) Tembakau, berkerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis (Balittas) Karang Ploso Malang, dan Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan.
Pemkab Gresik melalui Dinas Pertanian akan memberikan bantuan sarana produksi seperti benih tembakau, pupuk dan juga pelatihan khusus serta pembinaan yang terarah dan terprogram agar menjadi petani tembakau yang mumpuni.
Saat ini, Luas tanaman tembakau pada tahun 2020 mencapai kurang lebih 18 hektar yang menyebar di empat Kecamatan yaitu Balongpanggang, Benjeng, Duduk Sampeyan dan Wringin Anom.
Sementara itu, untuk membantu petani tembakau pada target pemasaran, Dinas pertanian akan menggandeng pelaku pasar dari Jombang yang tergabung pada Assosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang.
Kepala Dinas Pertanian, Eko Anindito Putro didampingi kepala bagian humas dan protokol, Reza Pahlevi mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha mengembangkan budidaya tanaman tembakau untuk peningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Gresik.
“Melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2020 diharapkan program ini bisa berjalan sukses, sehingga kita akan menjadi daerah penghasil tanaman tembakau, ” ujarnya, Kamis (17/09/2020)
Lebih lanjut dikatakan, tahap awal pengembangan tanaman tembakau ini telah disiapkan lahan kurang lebih 18 hektare. Sasarannya adalah para petani di Kecamatan Balonpanggang, mulai dari petani di Desa Wotansari, Sekarputih, Jombangdelik dan Desa Dapet. Kemudian petani di wilayah Kecamatan Benjeng yang tersebar mulai dari Desa Lundo dan desa di wilayah pinggiran Sungai Lamong.
“Secara historis di Kabupaten Gresik dahulu sudah ada komoditi tanaman tembakau. Kami yakin dengan adanya program ini lahan untuk tanaman tembakau akan meningkat dan akan menghasilkan tanaman tembakau yang berkwalitas, ” terangnya. (adv)











