GRESIK — Nelayan terutama di kepulauan ini semenjak pandemi corona, tetap bekerja dengan mencari ikan di laut yang tidak bisa di tebak hasilnya, selain untuk asupan gizi masyarakat luas, juga untuk menutupi kebutuhan keluarganya, demikian disampaikan kepala YDSF Gresik Aries Munandar usai upacara di laut Desa Sungai Rujing, Senin (17/8).
” Suasana peringatan kemerdekaan ditengah pandemi menggerakkan kami untuk bisa membantu desa ini, mulai bunda yatim, yatim , dan para nelayan. berkat perjuangan para nelayan kita semua bisa menikmati asupan gizi dan nutrisi ikan dari laut ,” jelas Aries Munandar.
Lebih lanjut dikatakan dalam peringatan detik detik proklamasi, sengaja mengajak para nelayan yang telah berjasa kepada keluarga dalam memberi nafkah, juga memberi asupan gizi aneka biota laut kepada masyarakat luas.
Bertempat di pantai Wisata Bahari Selayar (WBS) upacara apel bendera yang di pimpin oleh Darul Alam dari Koramil Sangkapura, Puluhan perahu nelayan berjajar di dekat pantai yang airnya memang sedang pasang.
Hampir seluruh anggota masyarakat Desa Dungai Rujing dari berbagai kalangan terlibat, diantaranya dari Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Ali bertindak sebagai pembina upacara, Ibu-ibu PKK dan Istri Nelayan tergabung dalam paduan suara.
Para nelayan dengan antusias berdiri memberikan hormat dari atas perahu masing-masing saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.
Se usai upacara, dilanjutkan dengan pembagian sembako untuk 100 nelayan masing-masing berupa beras 5,5 kg, santunan kepada 60 bunda yatim Rp. 500 ribu per orang, serta beasiswa untuk 62 anak yatim dengan total senilai Rp. 31 juta.
Hanafi (60) salah satu nelayan mengaku baru pertama kali ikut upacara semacam ini. “Upacara di lokasi ini terasa lebih menjiwai karena sesuai profesi saya yang nelayan,” kata nelayan yang sudah menekuni profesi mencari ikan puluhan tahun.









