JEMBER – perhatian Pemkab Jember kepada para santri asal Kabupaten Jember terus bergulir, kesehatan dan keselamatan santri dimasa pandemi covid-19 terus mendapat prioritas dari Pemerintah.
Berdasarkan data yang ada, sampai tanggal 16 Juli 2020, ada sekitar 35.349 orang dari 391 pesantren telah mendapatkan rapid test gratis dan fasilitas transportasi dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Kepada para santri, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief tidak henti-hentinya berpesan agar selalu berhati-hati pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Terus terapkan pola hidup sehat, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan,” pesan Wabup saat melepas keberankatan para santri Annuqoyah Madura.
Pemberangkatan para santri yang berlangsung di Jalan Nusantara komplek Gor PKPSO Kaliwates Jember pada Sabtu 18 Juli 2020 ini diawali dengan menjalani rapid test di Universitas Islam Jember (UIJ) yang tidak jauh dari lokasi pemberangkatan.
Keprihatinan Wabup kepada para santri ini dilatar belakangi oleh informasi yang diberikan oleh Kemenag Jember akan adanya 6 pesantren di luar Jember yang di tutup karena menjadi klaster baru covid-19.

“Santri dan pengasuh jangan sampai lalai, harus betul-betul serius menghadapi kondisi seperti ini,” tegas Wabup.
Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan agama, jika sampai ada klaster baru, ini bukan hanya persoalan kesehatan.
” Orang akan berfikir bahwa pesantren tidak memiliki konsep yang jelas tentang kesehatan dan kebersihan. Hanya implimentasi serta ajaran agamanya yang perlu ditingkatkan,” ungkap Wabup.
Diakhir wawancaranya Kyai Muqit, mengingatkan para santri menanamkan cita-cita bahwa, mencari ilmu bukan untuk kepentingan peribadi tapi bagaimana suatu saat nanti diamalkan untuk kepentingan agama, bangsa dan negara.











