JEMBER – Hanya dengan memanfaatkan sertifikat korbanya, Idam Sahrony alias Rony,warga lingkungan kloncing Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember di duga berhasil menipu puluhan warga hingga ratusan juta. Senin (20/01/2020).
Dengan bermodalkan sertifikat tanah, memuluskan modus Rony mendapatkan pinjaman ratusan juta dari pihak Bank. Akibat dari ulah pelaku,ada rumah korban yang sudah disegel oleh pihak Bank.
Tidak hanya tertipu tapi puluhan korban si Rony ini bakal mengalami nasib yang malang karna rumahnya terancam disita oleh pihak Bank.
Tidak hanya kawatir rumahnya akan disita oleh Bank,namun rasa malu karna rumah disegel oleh Bank terus menjadi beban moral kepada puluhan warga korban kelicikan Rony.
Mimiyati alias Bu Rahem warga Jl.Sriwijaya V/67 Lingkungan Karang Baru RT 003 RW 010 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Jember kepada awak media menyampaikan,saya sedih sekali dengan nasib yang menimpa saya.
“Nak Rony ini begitu dekat sekali hubunganya dengan keluarga,sudah bukan kayak orang lain,” tuturnya.
Saat itu saya butuh uang untuk modal usaha dan kepentingan membayar hutang sebesar Rp 10 juta.melalui anak saya yang begitu dekat hubunganya dengan nak Rony, akhirnya menyampaikan kepada nak Rony untuk meminjam uang sejumlah Rp 10 juta dengan jaminan sertifikat dua rumahnya.
“Dengan bermodalkan 2(dua) sertifikat rumah miliknya, Rony berjanji bisa mencarikan pinjaman sejumlah Rp 10 juta sesuai dengan yang saya inginkan,” jelas Bu Rahem.
Seiring berjalanya waktu,saya bermaksud untuk menebus sertifikat tersebut,namun nak Rony beralasan belum di urus,padahal sudah sekitar 4 tahun masih belum ada kejelasan.
Saya tidak pernah putus asa untuk menanyakan soal sertifikat tersebut lagi dan lagi Rony beralasan ini dan itu.
Waktu terus berjalan dari tahun ke tahun. Alangkah terkejutnya Ibu Mimiyati saat Rony menyebut kalau sertifikat tersebut di jaminkan ke Bank sebesar Rp 100 Juta.
“Gimana ini nak Rony saya kan nerima uang dari nak Rony Rp 10 juta,kenapa kok sampai mencapai Rp. 100 juta,” keluhnya
Saya sangat terkejut, kok bisa saya pinjam Rp. 100 juta ke Bank, padahal saya hanya menerima uang Rp. 10 juta, itupun saya ambil di rumah nak Rony.
Nasib lebih parah dialami Siti Maimonah yang merupakan tetangga dekat pelaku dan merupakan keluarga dari tokoh yang sangat disegani di lingkungan setempat,dimana rumahya sudah disegel oleh pihak bank.
Maimonah yang hanya meminjam 50 juta dengan jaminan sertifikat harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah berhutang ke Bank BRI sejumlah Rp 350 juta dimana persoalan tersebut sempat di mediasi oleh pihak RW setempat,namun hingga kini belum ada penyelesaian hingga rumahnya disegel oleh Bank.
Ditanya seperti apa awal ceritanya hingga rumahnya disegel oleh Bank, waktu itu saya di datangi Rony bersama istrinya,juga Yono dan tiga orang laki-laki yang tidak saya kenal.
Dan saya pernah diajak ke Bank oleh Rony,setelah itu saya diantar pulang,dan saya tidak pernah menerima uang langsung dari pihak Bank.
Pertama kali kami menerima uang dari Rony yang diterima oleh Munawar alias Nawar lupa hari bulan dan tanggalnya sejumlah Rp 25 juta, selang 4 hari kemudian kami kembali menerima 25 juta dari Rony,totalnya Rp 50 juta.
Dari pinjaman tersebut,setiap kali bertemu dengan Rony saya tanya,gimana saya mau membayar angsuranya ?. Rony menjawab “gampang,apa kata saya,” jawab Rony.
Lama-lama kok malah saya didatangi pihak Bank,dan rumah disegel dengan tulisan : Tanah / Bangunan ini merupakan angunan Kredit pada PT. bank Rakyat Indonesia Cabang Jember.

Atas kasus tersebut para korban akan melaporkan kepada aparat penegak hukum agar Rony dan siapapun yang terlibat dalam persoalan yang telah menipu puluhan warga ini harus di Proses secara hukum.
Sementara Paidi Indrawan selaku LSM Gencar (Gerakan Komando Aspirasi Rakyat) mengecam kejadian tersebut dan akan mengawal terus hingga pelaku di proses secara hukum.
Menurut informasi dilapangan,ada sekitar 36 orang korban,dan ada 9 obyek agunan sudah di sita dan di lelang oleh Bank, dan ada juga yang sudah masuk dalam pengawasan Bank.
Sementara Idam Syahrony alias Rony ketika di WA pada jam 10:21 Wib tidak ada respon,selang beberapa waktu wartawan Bidik coba menghubungi melalui panggilan WhatsApp dan status panggilan berdering namun tidak ada suara atau tanggapan dari yang bersangkutan.








