SURABAYA – Dewan Ketua Cabang Garda Bangsa Surabaya tertarik mengusung Mujiaman Sukirno Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya untuk maju dalam kontestasi pemilihan walikota (Pilwali) Surabaya 2020 mendatang.
Mahfudz mengaku sangat tertarik dengan Mujiaman dari pola berpikirnya yang sangat visioner dan mampu bekerjasama dengan siapapun dalam membangun Surabaya kedepan.
Sekertaris Komisi B Surabaya mengatakan, beliau adalah satu satunya Dirut BUMD yang cakap dalam mengemban tugas dan kewajibannya dalam memimpin PDAM hingga mencapai deviden Rp320 milliar.
“Surabaya perlu pemimpin yang visioner dan mampu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,” ucap politisi PKB ini, Kamis (26/12/2019).
Mahfudz menambahkan, sosok seperti pak Mujiaman ini yang kita perlukan kedepan. Dari perbincangan saya dengan beliau tentang Surabaya kedepan. Beliau adalah seorang yang memiliki kerangka berpikir yang maju menatap Surabaya kedepan.
Visi yang beliau sampaikan adalah Surabaya mempunyai potensi yang sangat besar dan bisa digali. Banyak yang bisa dikembangkan di Surabaya.
“Sesuai dengan amanah UUD ’45, kedaulatan adalah hak segala bangsa termasuk mendaulatkan warga Surabaya untuk mendapatkan keadilan dan kemakmuran,” kata Mahfudz menyampaikan hasil diskusi dengan Dirut PDAM.
Tidak hanya itu, kata Mahfudz, beliau juga telah membuktikan dirinya pemimpin PDAM dalam kurun waktu yang singkat, akan tetapi beliau mampu merubah PDAM Surabaya menjadi satu-satunya perusahaan daerah yang menyumbangkan deviden hingga ratusan miliar rupiah ke Pemkot Surabaya.
“Selama dua tahun berturut-turut angka pencapaian keuntungan PDAM mencapai angka lebih dari dua digit yakni sekitar 17,5 persen, dibandingkan periode sebelumnya yang hanya 1 persen saja pertumbuhannya,” ungkapnya.
Sekretaris Komisi B DPRD kota Surabaya ini juga menyebut, Inilah ketertarikan kami pada sosok beliau yang hambel dan low profil, namun hasilnya nyata.
Lebih lanjut Mahfud menyampaikan, APBD kota Surabaya Rp10,3 triliun terlalu kecil, beliau justru akan memberikan dua kali bahkan tiga kali pencapaian APBD Surabaya kedepan.
“Caranya dengan menggerakan masyarakat agar terlibat langsung dalam membangun Surabaya dan melakukan kerjasama dengan berbagai elemen, baik dengan daerah lain maupun pengusaha atau batu lompatan berkerjasama dengan negara lain seperti yang telah dilakukan bu Risma,” urainya.
Surabaya perlu pencapaian lompatan, kepemimpinan bu Risma sudah cukup bagus membawa perubahan untuk Surabaya. Akan tetapi kalau calon Walikota penggantinya hanya bisa mempertahankan saja pencapaian program pembangunan Surabaya seperti sekarang, ya percuma.
“Ya jelas itu suatu kemerosotan kerangka berpikir. Surabaya perlu pemimpin yang pola pikirnya jauh menatap kedepan,” tukas Mahfudz.
Seperti kata pepatah, klemben-klemben, roti-roti yang artinya biyen-biyen, saiki-saiki”, “Artinya beliau lebih berpikir kedepan ketimbang menengok kebelakang. Melihat Surabaya yang lebih baik,” pungkas Mahfudz menirukan pepatahnya Mujiaman.











