JEMBER– Pemerintah Kabupaten Jember terus memberikan perhatian kepada masyarakat nelayan. Salah satunya Pemberian kartu asuransi nelayan, sertifikat tanah dan klaim asuransi, Sabtu (7/12/2019).
Langkah nyata dan kepedulian Pemkab Jember kepada para nelayan itu dilakukan Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief. Penyerahan itu bertempat di Pendapa Kantor Kecamatan Puger Jember.
Para undangan yang terdiri dari warga nelayan ini telah menerima langsung kartu asuransi nelayan, sertifikat tanah dan klaim asuransi yang turut disaksikan Muspika Kecamatan Puger.
Masyarakat nelayan yang berjumlah sekitar 13000 yang ada di kabupaten Jember ini terus mendapat perhatian dari pemerintah daerah,seandainya ada masalah dan kesulitan dan kemudian ada kasus hingga meninggal,ini sudah di tanggung oleh asuransi.
Tadi ada yang meninggal normal,dikarnakan sakit, tadi sudah ada penyerahan santunan senilai Rp 20.000.000, dan seandainya terjadi kecelakaan seperti yang biasa terjadi di puger ini nanti bisa di klaim asuransinya sebesar Rp 200.000.000,.
Selain dari itu juga,hari ini ada penyerahan sertifikat lahan yang dimiliki oleh warga nelayan yang tentunya sangat bermamfaat bagi para nelayan sebagai bentuk hak atas tanah yang dimiliki dan sudah memiliki kekuatan hukum yang jelas,bukan dalam bentuk akte tapi dalam bentuk sertifikat.
“Dengan sertifikat yang dimiliki,seandainya suatu saat mereka memerlukan dana,dengan sertifikat mereka akan memiliki nilai yang lebih tinggi,” ungkap Wabup.
Masih Wabup,dalam waktu dekat ini,kami akan menyerahkan pelampung kepada para nelayan untuk keselamatan mereka ketika bekerja dan itu menjadi tanggungjawab kami.
Ditanya berapa jumlah kartu nelayan yang diberikan saat ini ” ada sekitar 5600, dan untuk kecamatan puger jumlahnya 2700, dan untuk sertifikat ada sekitar 100 sertifikat.

Dikesempatan yang sama Drs. Murtadlo, M.Si, selaku PLT Dinas perikanan Jember menyampaikan ” ini adalah wujud 22 janji kerja Bupati dan Wakil Bupati yang diantaranya perlindungan terhadap nelayan,” tuturnya
Ketika ditanya terkait tempat lelang ikan, Mustadlo menjawab,TPI saat ini sedang direnovasi oleh pemerintah Proviinsi Jawa Timur dan ketika sudah selesai akan di tata kembali. (Monas)












