Kepada peserta baru, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo saat sosialisasi program dan tata cara klaim BPJS Ketenagakerjaan. (Foto : hari)
SURABAYA – Ratusan orang perwakilan perusahaan peserta baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo mengikuti sosialisasi program dan tata cara klaim BPJS Ketenagakerjaan di hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Selasa (9/10).
Kakacab BPJS Surabaya Darmo, Poedji Santoso mengatakan, kegiatan ini untuk memastikan seluruh perusahaan yang baru daftar memahami program BPJS Ketenagakerjaan dan tata cara klaim. Para pekerja nantinya akan terlindungi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).
“Harapan kami, seluruh pekerja dapat didaftarkan program BPJS Ketenagakerjaan. Karena setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan sosial. Juga kami sosialisasikan mengenai aplikasi BPJSTKU, yaitu aplikasi mobile berbasis android untuk mempermudah peserta dalam melakukan pengecekan saldo Jaminan Hari Tua (JHT), proses klaim dan pendaftaran secara online, dan layanan informasi lainnya,” ujar Poedji didampingi Kabid Pemasaran, Ferina Burhan.
Poedji menambahkan, saat ini untuk program kerja BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo kedepan. Selain pendataan peserta baru yang masuk, pihaknya juga mendata para pesertanya yang nunggak iuran. Karena ini akan berimbas resiko terkait data di pihak rumah sakit.
“Kalau perusahaan itu lancar atau tertib iuran tiap bulan, otomatis pembayaran melalui kerjasama rumah sakit juga lancar. Dan sebaliknya, kalo perusahaan tersebut nunggak iuran atau tidak tertib administrasi, data gak akan masuk ke rumah sakit. Itu yang kami kuatirkan,” pesan Poedji sembari menambahkan, bahwa BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo menduduki ranking 3 se Kanwil Jatim untuk kategori tertib iuran.
Dalam sosialisasi tersebut juga ada testimoni dari wakil perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, yakni Berta Yuniasari selaku Kepala Rumah Tangga (KRT) Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Surabaya.
Dalam testimoninya, Berta mengaku puas atas layanan cepat klaim kecelakaan kerja BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo kepada salah satu rekannya, yakni Yesaya, security GKI Dipo yang menjadi korban bom Surabaya pada Mei lalu.
“Dimana seluruh biaya perawatan Yesaya di rumah sakit ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh. Meskipun ada kecacatan, tapi kami tetap mempekerjakan lagi Yesaya sebagai security di GKI Dipo. Tapi untuk sementara bekerja pada sift malam,” ujar Berta yang menjelaskan kalau karyawan GKI Dipo saat ini, seluruhnya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo.
Sementara itu, lanjut Poedji lagi, untuk jumlah kepesertaan di wilayah BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo hingga September 2018. Terdapat 4,024 ribu perusahaan aktif atau 96,79 persen dari target akhir 2018 sebanyak 4,158 ribu perusahaan aktif.
Sedangkan untuk tenaga kerja aktif mencapai 128,776 ribu orang atau 87,17 persen dari target hingga akhir 2018 mencapai 147,724 ribu tenaga kerja. “Kami sangat optimis hingga akhir tahun nanti, target kepesertaan akan tercapai, bahkan terlampaui,” pungkas Poedji. (hari)











