BIDIK NEWS | BANYUWANGI –Sebuah Kapal Landing Craft Tank (LCT) yang kandas dua pekan lalu di Kawasan Perairan Selatan Sembulungan, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo hingga saat ini belum dievakuasi.
Kapal yang diduga bermuatan perlengkapan tambang milik PT. Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan tambang yang sedang mengeksploitasi kandungan emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran itu, kandas saat perjalanan menuju Dusun Pancer, Pesanggaran, Jumat (10/08) setelah dihantam gelombang besar.
Waktu itu, Tim SAR yang dipimpin langsung Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol (Laut) Suhartaya, dengan dibantu petugas Satpolair dan Dinas terkait, berhasil mengevakuasi seluruh kru kapal yang ada.
Letkol Laut Suhartaya, saat dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan Kapal tersebut belum bisa di evakuasi karena pihaknya saat ini masih menunggu dari AL Surabaya termasuk perijinannya.
Menurut Danlanal, hingga saat ini Tim SAR kesulitan untuk mengevakuasi muatan yang diduga perlengkapan pertambangan milik PT BSI tersebut.
‘’Kami masih kesulitan untuk mengevakuasi kapal tersebut karena terkendala cuaca. Hingga kini ombak di kawasan cukup besar. Sementara owner PT. BSI juga meminta bantuan pengamanan kepada TNI AL surabaya,” tutur Letkol (Laut) Suhartaya, Senin (27/08).
Sementara, Manager Corporate Comunication PT BSI, T. Mufizar Mahmud, saat dikonfirmasi via pesan singkat Whatsapp hingga saat ini belum ada jawaban.
Diketahui, PT BSI sendiri merupakan anak perusahaan satu-satunya dari PT. Merdeka Copper Gold yang telah produksi sejak tahun 2017. Bahkan tahun 2018 ini, perusahaan yang salah satu pemilik sahamnya adalah Sandiaga Uno itu mampu meraup laba bersih sebesar 43,1 juta Dollar AS.
Kendati mampu meraup laba bersih puluhan juta Dollar Amerika, namun PT. Merdeka Copper Gold, belum membagikan deviden kepada rakyat Banyuwangi.(nng)











