BIDIK NEWS | SIDOARJO – Puluhan ketua RT dan ketua RW di Desa Pabean Sedati Sidoarjo resah. Pasalnya dana operasional yang seharusnya mereka terima per tiga bulan sekali Rp 300 ribu hingga kini selama sepuluh bulan belum cair, yakni terhitung sejak Juli-Desember 2017 hingga Januari-April 2018. Praktis pelayanan kepada masyarakat sangat berdampak dan kurang optimal.
Menurut informasi yang dihimpun BIDIK di lapangan di Desa Pabean dinaungi 59 RT dan 18 RW. Masing–masing ketua RT maupun ketua RW mendapat dana operasional sebesar Rp 100 per bulan. Dana tersebut diberikan selama tiga bulan sekali. Namun sejak Juli 2017 hingga April 2018 belum ada tanda-tanda cair.
Kalau di total selama sepeluh bulan dana yang harus di keluarkan untuk dana operasional RT sebesar Rp 59 juta. Sedangkan untuk RW sebesar 18 juta. “Jadi total dana operasional RT dan RW yang belum cair selama 10 bulan mencapai Rp 77 juta, lantas kemana larinya dana operasional tersebut,” ujar sumber BIDIK, yang keberatan namanya di korankan, Kamis, (19/4).
Yang perlu dipertanyakan, lanjut sumber BIDIK, untuk dana operasional tahun 2017 selama tujuh bulan mulai Juli-Desember 2017, mestinya sudah cair mengingat sudah tutup tahun anggaran dan terkait dengan LPJ tahun 2017. Namun hingga tahun berganti dan sudah berjalan empat bulan belum ada tanda-tanda cair.
“Terus terang saya sangat menyayangkan, dana operasonal tahun 2017 masih ada yang nyanthol selama 7 bulan, padahal hanya Rp 100 per bulan, kenapa bisa terjadi. Tolong wakil rakyat yang duduk di kursi terhormat, mohon kiranya diselidiki, ada apa dengan Desa Pabean. Ingat Desa sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat sebelum mengurus ke kantor kecamatan maupun ke kantor pemkab,” beberanya.
Sumber BIDIK juga menyebut bahwa pelayanan di Desa Pabean masih berbau uang, ada indikasi pungli terkait pengurusan pemecahan sertifikat yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat. Bahkan salah seorang warga mengaku pernah di tarik Rp 5-7 juta untuk biaya pemecahan sertifikat. Tentu saja orang tersebut urung mengurus karena tidak mempunyai uang.
Sementara Kepala Desa Pabean, Subandi dan ketua BPD maupun Kabag Pemertintahan Desa belum berhasil dikonfirmasi.“Maaf, bapak tidak ada di tempat,” ujar salah seorang staf kepada BIDIK, Kamis (19/4). (dadang/za)
Teks : Kantor Desa Pabean Kec. Sedati Sidoarjo. (Foto : zainul)








