BIDIK NEWS | Batu – Dalam lawatannya ke Malang Raya, Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan beberapa kegiatannya di beberapa lokasi di Kota Malang dan Kota Batu. Saat berkunjung ke Kota Batu Khofifah mengawali kunjungannya ke petani bunga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Selanjutnya Khofifah melanjutkan lawatan politiknya ke Padepokan Gunung Ukir, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Kamis sore (22/2). Mantan Menteri Sosial itu mengatakan, Padepokan Gunung Ukir merupakan titik lokasi kesembilan yang disambangi Khofifah dalam safari politiknya di Malang Raya.
Saat tiba, Khofifah disambut dengan tarian sugeng rawuh yang dipersembahkan anak didik Padepokan Gunung Ukir. Penyambutan Khofifah melibatkan 187 grup komunitas kesenian tradisi yang ada di Jawa Timur. 20 grup kesenian tradisi yang tergabung di dalamnya berasal dari Malang Raya, beberapa diantaranya Masmara ( Masyarakat Seni Malang Raya ), Wong Malang Art Comunity, Genaro Ngalam Art Comunity, Sanggar Lintas Agama Virya Cipta Budaya.
Ketika menginjakkan kakinya di padepokan yang didirikan Achmad Iswandi, Khofifah merasakan keteduhan yang membuat saraf motorik dan saraf sensorik merasa lebih rileks. Ia mengatakan perlu ada keseimbangan saraf motorik dan saraf sensorik untuk menyeimbangkan kehidupan dan menggugah empati.
“Ada rasa dan sensitifitas yang diasah dan ada gerakan yang terus dijaga. Oleh karena itu ketika kita berada di tempat ini, keseimbangan saraf motorik dan sensorik menyeimbangkan kehidupan kita supaya rasa kita terasah,” ujar perempuan yang pernah bertarung di Pilkada Jawa Timur tahun 2008 dan 2013 silam.
“Pada 27 Juni nanti, kalau di kertas suara melihat foto memakai kerudung putih dan baju putih pilih nomor satu,” ajak Khofifah.
Khofifah menyodorkan beberapa visi yang dicanangkan untuk pembangunan Jawa Timur, antara lain Bhakti Satu Jatim Sejahtera yang difokuskan pada pengentasan kemiskinan. Bhakti Dua Jatim Kerja untuk menyusutkan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja serta memadukan pendidikan vokasi yang ada.
Sementara itu, kunjungannya ke Padepokan Gunung Ukir selaras dengan Bhakti Sembilan Jatim Harmoni yang terdapat dalam program Nawa Bhakti Satya. Melalui Jatim Harmoni, seluruh elemen sosial dan alam dapat dilestarikan melalui gerakan kebudayaan dan lingkungan hidup dengan pendekatan dialog lintas budaya dan lintas agama.
“Dialog budaya sangat penting. Di Jawa Timur ada budaya arek, Matraman, Osing, Tengger, Madura. Kemajemukan dikolaborasikan menjadi kekuatan. Maka Bhineka Tunggal Ika bagian komitmen kita sebagai sebuah bangsa,” papar Khofifah.
Sumbangsih ide kreatif dari pelaku seni budaya, menurut Khofifah sangat diperlukan dalam arah kebijakan strategis pemberdayaan seniman dan kesejahteraannya serta ruang berkreasi agar publik tahu dan mengetahui produk budaya dan hasil kreasi senimannya. Karya budaya menjadi pemersatu untuk memupuk toleransi dan pluralisme.
“Padepokan semacam ini menjadi asosiasi beragam budaya dan banyak seniman. Prinsipnya tidak ada yang lebih superior. Posisi itu perlu untuk membangun keseimbangan antara dimensi lain dan dimensi budaya,” seru Khofifah.
Bagi pendiri Padepokan Gunung Ukir, Achmad Iswandi, kedatangan Khofifah membawa harapan bagi kelestarian seni budaya tradisi di Jawa Timur. Iswandi mengatakan sejak Khofifah menjadi Menteri Sosial, setiap kali ada acara, padepokannya selalu diundang tampil pentas.
“Siapapun yang datang kesini dan yang terpilih nantinya, ya monggo. Kami inginnya seluruh pelaku seni diperhatikan. Jawa Timur ini gudangnya seni budaya,” ujar pria yang akrab dipanggil Ki Iswandi.
Tak hanya bantuan dana yang ia harapkan sebagai seniman tradisi, tapi ruang kreasi sebagai medium bereksplorasi kesenian lebih berharga untuk memacu spirit kesenian para pelaku seni tradisi.
“Akhirnya kami terpacu berkompetisi menciptakan sebuah pentas, mulai persiapan properti, kostum, peralatan dan pementasan. Kalau hanya sekedar bantuan akhirnya tidak membuahkan hasil,” pungkas dia. (Didid)
Teks : Khofifah Indar Parawansa foto bersama dengan seniman tradisi yang tergabung dalam Padepokan Gunung Ukir Batu. (foto:ist)








