BIDIK NEWS | SURABAYA – Kasudit 1 Ditlala Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Wisnu Handoko memberikan sosialisai kepada perusahaan jasa Transportasi dan Shipper di Surabaya, yang dilakukan di gedung Graha Pelni, Jalan Pahlawan no.112 Surabaya,Rabu (5/2).
kegiatan sosialiasi itu adalah program Tol Laut dalam rangka pelaksanaan informasi muatan ruang kapal (IMRK).
“Kami berharap kepada perusahaan jasa transportasi dan Shipper untuk bersinergi mengawal disporitas harga didaerah tertinggal,” Ujar Kasudit 1 Ditlala Kemenhub Wisnu Handoko.
wishu memaparkan, kebutuhan yang boleh memakai program Tol Laut (IMRK) adalah kebutuhan bahan pokok.
selain barang angkutan kebutuhan bahan pokok, Shipper diharuskan memakai jalur komersial saja.
“kita harus tegas. Karena kami tidak menginginkan polemik, padahal jalur komersial itu kan banyak kenapa harus lewat jalur Tol Laut,” Tegasnya.
untuk itu,kami menghimbau kepada jasa Transportasi dan Shipper untuk segera menaati peraturan. Karena kita akan menggunakan sistem aplikasi secara online.
walaupun aplikasi ini belum terlaksana dengan maksimal. Pihak Kemenhub mengingatkan kepada Jasa Transportasi dan Shipper untuk berkomitmen.
“mari kita jaga komitmen, karena sosialiasi yang kita paparkan itu, mendapatkan amanah dari pimpinan secara langsung,” Terangnya.
Wisnu mengatakan, nantinya di Tahun 2018 kita akan mengembangkan exspansi supaya tol laut bisa dirasakan di daerah terpencil ataupun daerah yang tertinggal.
Hanya saja kita harus bisa memecahkan masalah monopoli yang terjadi didaerah masing – masing supaya adil.
“karena program exspansi ini nantinya akan dilakukan diseluruh daerah,supaya adil serta bisa dirasakan di daerah terpencil serta daerah tertinggal,” Imbunya.
Sebenarnya settingan awal pihak Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menginginkan kota Makassar menjadi Pelabuhan Pakal, tetapi pada praktiknya beberapa penerima muatan didaerah terpencil misalnya di Tahuna,Tobelo,Halmahera menginginkan mengambil barangnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
“untuk itu kami berharap supaya ada masukan dari daerah atau kota tertinggal, supaya kita bisa Split di daerah Makassar untuk pengambilan barangnya,” Terangnya.
Sementara itu, salah satu Shipper bernama Agus mengatakan, bahwa sangat setuju apa yang telah disampaikan program sosialiasi IMRK Tol Laut.
“karena selain itu, kita wajib membantu kepada daerah yang tertingal supaya perekonomian disana semakin maju,” Katanya.(Syawal/Riz)
Teks : Foto : Kemenhub Wisnu Handoko bersama Direksi PT.Pelni Indonesia dan PT.SBN Melakukan Sosialisai Program IMRK Tol Laut. (foto:ist)











