JAKARTA I bidik.news – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat kapasitas produksi dan distribusi untuk mempercepat pemulihan pasokan semen di Aceh. Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi jaringan operasional dan distribusi guna memastikan kebutuhan masyarakat serta pelaku pembangunan tetap terpenuhi.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan stok di beberapa titik distribusi lebih cepat terserap.
“SIG terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi melalui sinergi seluruh jaringan operasional perusahaan,” kata Vita, Rabu (26/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta fasilitas packing plant PT Semen Padang di Malahayati.
Selain itu, PT Semen Padang turut mengirimkan tambahan pasokan dari jaringan SIG Group untuk memperkuat ketersediaan stok semen di Aceh.
“Sebagai wujud sinergi dalam SIG Group, PT Semen Padang juga mengirimkan tambahan pasokan semen untuk mendukung ketersediaan stok di Aceh,” ujarnya.
SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan efisien. Pemantauan ketersediaan stok dan aktivitas distribusi dilakukan secara rutin, disertai evaluasi harian sebagai dasar pengambilan keputusan.
Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah, jaringan distributor, serta pemangku kepentingan lainnya. SIG mengimbau seluruh mitra penyalur menerapkan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab agar pasokan dapat diterima konsumen secara merata.
Harga Semen Dijaga Tetap Stabil
Vita menegaskan, upaya pemulihan pasokan tidak dibarengi dengan kenaikan harga semen.
“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga,” tegasnya.
SIG juga meminta distributor mengelola distribusi secara efektif dan efisien sehingga harga eceran di tingkat toko tetap terkendali dan terjangkau masyarakat.
Kondisi pasokan yang mulai stabil mendapat respons positif dari distributor mitra SIG. Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, mengatakan peningkatan permintaan semen di Aceh terjadi seiring pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pascabencana.
Menurut Emy, lonjakan permintaan mencapai puncaknya pada Juli 2026. Saat itu, antrean kendaraan pengangkut semen bahkan terjadi di sejumlah fasilitas produksi.
“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang,” kata Emy.
Meski permintaan masih tinggi, Emy menyebut pasokan yang datang langsung disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pihaknya juga memperoleh tambahan pasokan, termasuk dari Pabrik Indarung PT Semen Padang.
“Terima kasih banyak SIG Group yang telah berupaya maksimal untuk memulihkan pasokan semen di Aceh. Alhamdulillah sekarang kondisi sudah berangsur terkendali dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana. Ia mengatakan peningkatan permintaan semen di Aceh mulai terasa sejak awal 2026 dan mencapai puncaknya pada Juli.
“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman. Dari pihak pabrik juga sudah mengelola dengan baik sehingga lebih teratur,” kata Agam.
Ia mengapresiasi penataan distribusi yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas sehingga pasokan kembali berjalan lancar.
“Saya lihat pabrik sudah sangat maksimal. Saya sangat berterima kasih. Ke depannya saya berharap pihak perusahaan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga juga dapat stabil,” pungkasnya.











