SURABAYA l bidik.news – Ketua Jarnas (Jaringan Nasional) 98 Jatim Indra Agus Pradiwiharno angkat bicara terkait adanya survei gubernur Khofifah yang disebut tidak Berkinerja Terbaik menurut Anak Muda meski banyak penghargaan yang diraih.
‘Kami meragukan survei tersebut mengingat banyaknya penghargaan tersebut sebagai bukti pengakuan atas kinerja gubernur Khofifah,” jelas alumni Untag Surabaya ini pada Sabtu ( 2/5/2026 ).
Menurut Indra, jika tolak ukurnya adalah karena kurang dikenal anak muda karena kurang dikenal di media sosial.
“Justru para kepala daerah yang aktif bermedsos itu bisa dikata untuk menutupi kekurangannya. Hanya menonjol di medsos bukan dalam hal kerja nyata,”jelasnya.
Bisa jadi, kata Indra, apa yang ditampilkan dalam medsos tersebut hanyalah settingan dari timses untuk menaikkan citra dari kepala daerah tersebut.
“Gubernur Khofifah itu kepemimpinannya dan hasilnya sudah diakui dengan segudang penghargaan. Tak perlu populer di medsos cukup rakyat Jatim yang merasakan semuanya hasil-hasil kerja kerasnya”jelasnya.
Indra Agus menegaskan kalau segudang penghargaan yang diraih gubernur Khofifah tersebut bukti pengakuan atas kinerjanya selama memimpin Jatim.
Soal kurang dikenal anak muda, lalu Indra mempertanyakan anak muda yang mana yang tidak merasakan.
“Banyak kebijakan gubernur Khofifah untuk anak muda. Misalnya pemberian bea siswa hingga peningkatan kewirausahaan, literasi digital, dan keahlian teknis (skill) guna menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045. Banyak sekali programnya yang sudah dirasakan untuk anak muda di Jatim,”jelasnya.
Lalu Indra membeberkan sejumlah program yang diluncurkan gubernur Khofifah diantaranya SMA Double Track (Millennial Entrepreneur Award – MEA),Millennial Job Center (MJC),East Java Super Corridor (EJSC),Peningkatan Literasi Digital & Akses UMKM, Penguatan Green Skill for Youth dan pramuka produktif.
Hasil survei terbaru tentang “10 Gubernur Berkinerja Terbaik Menurut Anak Muda” yang dirilis Muda Bicara ID memicu perbincangan luas.
Salah satu yang paling disorot adalah absennya nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari daftar elite tersebut.
Padahal, sebagai pemimpin di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, posisi Khofifah selama ini kerap masuk radar pembahasan nasional. Namun dalam survei ini, namanya justru tak terlihat di jajaran sepuluh besar.( Rofik)











