KAB. KEDIRI I bidik.news – Dinas kesehatan Kabupaten Kediri menggelar Gerakan Posyandu Aktif bersama para kader posyandu korcam Pare di Balai Desa Adan adan, kecamatan Gurah, Kab. Kediri pada, Selasa (30/9/2025).
Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Subaryati khotib , yang mewakili ketua Tim Penggerak PKK sekaligus ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mbak Cicha, Camat Gurah, Kapolsek, Danramil, kepala UPTD Puskesmas, kepala desa, serta jajaran kader posyandu aktif dari seluruh desa di wilayah korcam Pare.
Subaryati Khotib yang membacakan sambutan Mbak Cicha menekankan, bahwa posyandu adalah ujung tombak layanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan. Lebih dari sekadar tempat timbang badan atau imunisasi, posyandu kini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan kuat.
“Posyandu harus aktif minimal delapan kali dalam setahun. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, kader, tokoh masyarakat, mitra swasta, dan perguruan tinggi,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Camat Gurah Muchammad Imron S.Sos MM, dalam kesempatan itu mengatakan, angka stunting di wilayah Gurah mengalami penurunan sekitar 6,7 persen. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan keberhasilan bersama. ” Berkat kerjasama dan kolaborasi , serta dukungan pak kades, anak anak bisa menjadi tangguh, cerdas, dan sehat. Saya ucapkan terimakasih kepada kader posyandu, pkk dan semuanya yang telah menurunkan stunting hingga 6,7 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Achmad Khotib, yang diwakili dr. Ika Tjandra Kusuma, dalam kesempatannya megucapkan selamat kepada Wilayah kecamatan Gurah yang telah menurunkan stunting hingga 6,7 persen. Itu merupakan bagian dari posyandu. “Selamat berproses ILP (Integrasi Layanan Primer) siklus hidup, artinya seluruh usia, mulai anak anak hingga lansia sudah bisa dilayani kesehatannya, posyandu ILP bisa melayani dengan baik, tujuannya memberikan semangat tugas posyandu dalam sehari hari, minimal satu tahun 12 kali,” ujar Ika , yang juga sebagai Kabid kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, sebagai narasumber, dr. Ika Tjandra Kusuma juga memaparkan indikator posyandu aktif, diantaranya:
1. Kegiatan rutin bulanan dengan penerapan 5 meja posyandu.
2. Cakupan layanan tinggi, melibatkan balita, remaja, ibu hamil, dewasa, hingga lansia.
3. Kader terlatih dan kompeten, sesuai modul dan standar kompetensi dari Kementerian Kesehatan.
4. Kerja sama lintas sektor dengan dukungan stakeholder, PKK, dan pemerintah daerah.
5. Pencatatan dan pemanfaatan data secara maksimal, bukan hanya sebagai arsip, melainkan sebagai bahan analisis masalah kesehatan di wilayah.
6. Pelayanan menyeluruh siklus hidup, mulai dari remaja (pencegahan anemia dan gizi buruk), usia dewasa (penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi), ibu hamil (kontrol kehamilan), balita (pemantauan tumbuh kembang), hingga lansia.
7. Adanya kunjungan rumah oleh kader sebagai bentuk pelayanan tambahan di luar jadwal posyandu
Melalui gerakan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap seluruh posyandu dapat semakin aktif dan memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh. Melayani semua golongan, mulai balita, anak anak, ibu hamil, dan lansia.
“Harapan kami, kader posyandu di seluruh Kabupaten Kediri bisa aktif, melayani sepanjang siklus hidup, dan benar-benar menjaga kesehatan masyarakat secara berkesinambungan. Melakukan kunjungan dari rumah ke rumah warga” tutupnya.











