SURABAYA l bidik.news – Anggota DPRD Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati terus memberdayakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kelurahan Ampel Surabaya. Hal itu disampaikan Lilik menanggapi aspirasi warga Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir Surabaya.
Anggota Komisi C DPRD Jatim bidang keuangan ini mengaku dirinya memiliki beberapa relawan di Ampel. Dia sudah banyak melakukan pelatihan kepada masyarakat sekitar, khususnya yang bergerak di UMKM. Hanya saja pelatihan dilakukan secara bertahap.
“Jadi kalau di sini, dulu pernah kita masuk untuk membantu pengurusan perizinan gratis NIB (Nomor Induk Berusaha) yang kerjasama kami,” ujar Lilik usai serap aspirasi di jalan Nyamplungan pada Senen ( 24/2/2025 ).
Politisi asal PKS ini mengaku selain pelatihan, masyarakat yang mengawali usaha, ingin mendapatkan permodalan. Lilik siap menghubungkan pelaku UMKM dengan mitra kerja komisi C yaitu Bank Jatim dan BPR untuk mengakses permodalan usaha dengan bunga ringan.
“Saya berikan peluang untuk mereka, kemudian bisa mengakses. Sebenarnya bukan pertama kali ini,” ujarnya.
Lilik menyebut sudah memberikan banyak peluang pelatihan, maupun kerjasama dalam memperoleh permodalan dengan Bank Jatim, Bank Jatim syariah dan BPR.
“Jadi mana yang mereka mau dan mereka pilih. Karena memang jenis usahanya bermacam-macam. Ampel yang sudah kaitan dengan perizinan memang sebenarnya beberapa kali sudah saya tawari, gimana karena di sini khas produk-produknya,” paparnya.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim itu membeberkan, bahwa rata-rata produk masyarakat sekitar tidak ada branding-nya. Lilik selalu mengingatkan masyarakat bisa berkembang, tidak hanya menjadi UKM harian yang omsetnya tidak besar. Namun masyarakat bisa menjadi UKM besar.
Lilik menyebut produknya UKM masyarakat bisa diperbesar dan diperbanyak produksinya karena permintaan banyak, jika mereka membuat produk dengan branding tertentu. Namun, langkah selanjutnya adalah memiliki sertifikasi halal, pengemasan produknya dan digital marketing.
“Jadi ada cap’e (branding) biar orang, kalau misalnya mau mencari tahu di mana (produksinya), kemudian kualitasnya seperti apa. Termasuk juga untuk membuat mutu produknya. Seperti tahan lama dengan di frozen,” pungkasnya.( Rofik )











