BANYUWANGI | bidik.news – Sebagai upaya mewujudkan sanitasi yang aman, Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (CKPP) Banyuwangi gencar melaksanakan pembangunan tangki septik (septic tank) komunal di kawasan permukiman.
Pembuatan septic tank komunal menjadi salah satu solusi yang kini banyak dipertimbangkan, seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk di kawasan perkotaan.
Sistem ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan lahan di area perumahan padat, sekaligus meningkatkan pengelolaan limbah domestik secara efektif.
Plt. Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Wicaksono melalui Kepada Bidang Perumahan dan Permukiman Edi Purnomo mengatakan, septic tank komunal merupakan septic tank yang digunakan oleh beberapa hunian dalam satu lingkungan.
“Septic tank ini sangat cocok digunakan dalam lingkungan tinggal dengan jarak berdekatan. Jka dibangun septic tank individu, dikhawatirkan terjadi pencemaran air tanah,” kata Edi.
Menurutnya, jenis tangki septik yang dipakai menggunakan bahan fiber. Bahan ini dipilih untuk efektivitas dan pemasangannya tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Tangki berbahan fiber juga kedap, sehingga sudah sesuai standar untuk sanitasi aman. Sebenarnya, bisa juga menggunakan tangki dengan bahan beton. Namun, lebih efektif menggunakan bahan fiber.
Dijalaskan Edi, tujuan pembangunan septic tank komunal ini, untuk mewujudkan sanitasi yang aman. Sehingga, kualitas hidup dan kesehatan masyarakat meningkat. Dengan sanitasi aman, akan membantu menekan angka stunting di Banyuwangi.
“Untuk saat ini pembangunan tangki septik komunal telah dilakukan di Lingkungan Kaliasin, Kelurahan Karangrejo. Sebelumnya, sekitar 20 kepala keluarga (KK) yang tinggal di tempat itu membuang limbah domestic rumah tangga ke sungai,” ungkap Edi.
“Limbah air cucian, mandi maupun limbah tinja, disalurkan dalam satu jaringan pipa yang langsung disalurkan ke sungai,” imbuhnya.
Dengan adanya pembangunan tangki septik komunal ini, limbah tidak langsung dibuang ke sungai. Tetapi, melalui enam tangki septik komunal yang dipasang. Tangki septik ini berfungsi sebagai filter dan pengolahan limbah domestik rumah tangga.
“Limbah domestik rumah tangga itu akan diolah terlebih dulu di tangki septik, sehingga sebelum dibuang air yang keluar sudah aman,” terang Edi.
Setiap pembangunan tangki septik, jumlah yang dipasang disesuaikan dengan jumlah KK yang akan menggunakan fasilitas tersebut. Per set ada sebanyak tiga tangki septik komunal dan bisa digunakan untuk 10 KK.
“Kalau ada 20 KK ya memerlukan dua set yakni enam tangki septik komunal,” tandasnya.
Dengan dibangunnya septic tank komunal, diharapkan masyarakat tidak lagi buang air besar di sembarang tempat yang tidak mempunyai saluran buangan air limbah yang dapat menyebarkan penyakit.(nng)











