BATU Ibidik.news – RA.01 Nurul Jannah, di Jalan Diponegoro Kota Batu gelar parenting penguatan peran orang tua murid terhadap pola asuh anak era digital.
Parenting Ayah dan Ibu mengusung tema “Romantika Pengasuhan dengan Keteladanan Ayah dan Ibu” bersama nara sumber Dra Yumei Astuti,M.Si,ini berlangsung di Aula RA 01 Nurul Jannah.
Dalam kesempatan itu, Dewan Pengurus RA 01 Nurul Jannah Muktar menyampaikan dirinya hadir sebagai wali murid sekaligus mewakili para pengurus RA.01 Nurul Jannah.
“Saya selaku pengurus mengapresiasi adanya parenting ini.Selama ini ketika aga kegiatan disekolah yang hadir mewakili adalah ibu – ibu saja,dan Bapak – bapak yang hadir bisa dihitung dengan jari,” katanya.
Untuk Bapak – bapak,dan Ibu – ibu dalam mendidik anak harus ada sinergi dari semua elemen yang terkait dengan anak itu sendiri, dilingkungan sekolah, tempat bermain dan dilingkungan keluarga.
“Disini dibutuhkan kerjasama dari kita semua.Ini tidak bisa kalau dari guru saja membimbing anak – anak kita, dan kira tak boleh acuh dan cuek sama anak,” pesannya.
Olehkarena itu, berharap kerukunan keluarga besar RA Nurul Jannah bertambah baik.
Sementara Yumei Astuti mengatakan di era digital seperti sekarang ini, tidak hanya guru pengajar di sekolah yang harus beradaptasi dalam memberikan pengajaran pembelajaran pendidikan tetapi orang tua – wali murid juga dituntut untuk memahami pengasuhan terhadap anak.
Parenting dengan peserta puluhan bapak ibu orang tua murid ini, menurut Yumei bagaimana menjadikan gadget bukan sebagai pengganti orang, gadget bukan pengasuhnya anak – anak.
“Tetapi orang tua harus berperan aktif memantau dan mendampingi anak ketika berinteraksi dengan gadget.
Di era digital ini anak – anak bukan anak asuh gadget, tetapi tetap menjadi anak bagi orang tua mereka, sehingga ketika anak – anak yang masih di bawa umur dan masih diawasi orang tua tetapi sudah memiliki handphone sendiri,” lanjutnya.
Ia katakan Anak – anak tidak boleh mempassword HP nya, orang tua bisa menelusuri, apa aja yang ada di gadget anak,sehingga bisa mencegah hal – hal negatif.
“Tetapi saat ini karena kesibukan orang tua kerapkali gadget menjadi teman anak.Namun anak – anak harus dilatih untuk memiliki imunitas memilih dan memilah hal – hal yang baik dan tidak baik,” pesannya.
Lantas pesan dia, gadget bisa jadi kawan atau lawan, tetapi yang terpenting jangan sampai anak – anak kita lebih butuh gadgetnya daripada orang tuanya.(Gus)












